Bersinergi Bangun Wisata Forest Park



MALANG – Kehadiran mahasiswa KKN kelompok 85 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberi warna baru pada wisata Forest Park, desa Sumbersuko dusun Kenongo, Wagir, kabupaten Malang. Mereka member tambahan ornamen-ornamen wisata seperti  lampion, vertikal garden, tanaman terasering, 3D map, tulisan-tulisan kiasan yang tersebar di lokasi dan papan penunjuk jalan. Menurut Koordinasi Desa Fahmi Siregar wisata ini memiliki potensi untuk terus berkembang, terlebih di Malang jarang ada hutan pinus.
“Dibuatnya spot foto pun mengikuti maraknya penggunaan media sosial yang berbasis foto. Hal yang dilakukan KKN 85 ini sangat membantu perkembangan wisata tersebut karna semakin menarik minat pengunjung untuk datang ke wisata hutan pinus,” ujar Fahmi.
Forest Park merupakan wisata alam hutan pinus yang terletak di lereng Gunung Kawi. Wisata ini juga di kenal sebagai Jurang Sikut atau JS. Nama ini dicetuskan karna lahannya yang berundak seperti jurang. Dengan luas dua hektar, lahan milik perhutani ini dibangun oleh pemuda desa pada 2017 lalu, dan baru akan dibuka 7 bulan mendatang setelah selesai dibangunnya pemandian umum di wisata tersebut. Meski begitu, wisata ini mulai menarik minat pengunjung. Dibuatnya wisata ini dilatar belakangi pencetusnya, Faris dan Anwar merasa bahwa remaja masa kini menggemari foto. Oleh sebab itu,  wisata Forest Park lebih banyak dibuatkan spot foto. Hal ini didukung fakta bahwa pengunjung yang hadir berkisar usia 9-15 tahun. Pengunjung sendiri dibebaskan keluar masuk ke dalam wisata selama 24 jam dan tidak dikenakan biaya masuk, hanya dikenakan biaya parkir sebesar Rp 2000, yang hasil akhirnya dibagi rata dengan perhutani.
Yang menjadi identitas Forest Park adalah bagian-bagian dalam wisata ini terbuat dari bahan-bahan alami dan daur ulang, mulai dari spot foto, taman, tribun, tangga jalan, serta ornamen lainnya yang memenuhi wisata tersebut. Tanah berundak menjadi salah satu identitas wisata yang membedakannya dengan wisata lain di Sumbersuko.
Ketika memasuki wisata,  kincir air menjadi salah satu pemandangan yang langsung terlihat oleh mata, kincir air ini juga menjadi sumber tenaga listrik alami yang digunakan untuk menerangi wisata forest park. Selain itu untuk masuk kedalam lokasi foto dan taman pengunjung harus melewati jembatan lampion di atas air.
Menurut beberapa pengunjung yang datang, forest park merupakan tempat menarik dan nyaman untuk mereka datangi. Selain itu wisata ini juga memiliki spot-spot untuk dijadikan tempat berselfi ria, seperti love besar yang terbuat dari tutup-tutup botol, rumah pohon dengan sayap yang terbuat dari kayu, vertikal garden, mini living room, pondok kayu, dan juga tribun kayu.
“Udah tiga kali kesini, soalnya asik banyak tempat fotonya,” ujar Intan, salah satu pengunjung forest park.
Love besar terbuat dari tutup botol merupakan spot favorit bagi pengunjung Jurang Sikut. Cuaca sejuk turut menjadi alasan lain kedatangan pengunjung. Wisata Jurang Sikut ini ramai dikunjungi pada pukul 09.00 hingga 10.00 pagi. (sir/oci)

Berita Lainnya :