Cegah Praktik Joki, Nomor Peserta Diacak

 
UJIAN: Tes Masuk Berbasis Komputer (TMBK) jalur mandiri UM hari kedua, kemarin. 
 
Tes Jalur Mandiri UM
MALANG-Gelar tes seleksi jalur mandiri, Universitas Negeri Malang (UM) antisipasi terjadinya praktik joki dengan mengacak nomor peserta ujian. Cara tersebut membuat peserta  
 
ujian tak akan mengenal siapa yang berada di sekelilingnya ketika berlangsung sesi ujian.
"Nomor peserta kami acak, dia tidak tahu siapa temannya. Sehingga kalau ada perjokian sistemik pun kami sudah antisipasi," jelas Ketua Standar Pelayanan Mutu UM, Dr. H. Imam Agus Basuki, M.Pd.
Peserta ujian dilarang membawa alat tulis, jam tangan, dan juga handphone, lantaran ujian dilaksanakan berbasis komputer. Selain itu, perbandingan pengawas dengan peserta yakni dua banding 20. Pengawas sekaligus untuk memastikan kecocokan dokumen peserta.
"Pengawas juga memeriksa kelengkapan dokumen dan keabsahaannya. Antisipasi juga untuk peserta yang tak sesuai dengan dokumen identitasnya," lanjutnya.
Namun demikian, seluruh info terkait proses seleksi jalur mandiri di UM juga ditampilkan pada laman resmi perguruan tinggi yang berdiri tahun 1954 tersebut. Seleksi jalur mandiri UM terdiri dari dua jalur. Yakni menggunakan hasil nilai UTBK, dan melalui Tes Masuk Berbasis Komputer (TMBK) baik itu kelompok ujian Saintek maupun kelompok ujian Soshum. 
Terdapat 13.876 pendaftar pada jalur mandiri di UM, 9.059 di antaranya menggunakan hasil nilai UTBK. Sedangkan untuk TMBK diikuti 4.820 peserta. Pada hari pertama TMBK di UM total peserta tidak hadir sejumlah 177 orang. 
Sementara itu, jika menggunakan hasil nilai UTBK, rentang skor sangat dimungkinkan akan berada di bawah skor UTBK untuk SBMPTN di UM yang mencapai 520 hingga 600 ke atas. "Jalur mandiri kecenderungannya di bawahnya (SBMPTN), tapi yang ini belum tahu kan. Karena hari ini akan dimulai untuk skoring," tutupnya.(mg3/van)
 

Berita Terkait