Daftar Sekolah Dekat Rumah, Antre Mulai Subuh


MALANG - Antrean orang tua  murid mendaftarkan anaknya di SMPN di Kota Malang mengular, Senin (20/5). Bahkan ada orang tua murid rela antre sejak pukul 03.00 WIB demi anaknya diterima di sekolah dekat rumah sesuai zonasi. Mendikbud Muhajir Effendy sempat melihat langsung antrean di SMPN 1 Malang.
Membeludaknya pendaftaran siswa baru itu bersamaan dibukanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri jalur zonasi. Pendaftaran dibuka hingga Rabu (22/5) besok. Jam pendaftaran dimulai pukul 08.00-14.00 WIB.
Sejumlah orang tua yang akan mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Malang misalnya, mengantre di sekolah pukul 03.00 WIB. Tujuannya untuk mendapat nomor antrean satu di sekolah yang berada di zona satu. Yakni SMPN 1, SMPN 6 dan SMPN 8 Malang.
“Ke sekolah sejak pukul 03.00 WIB, dapat antrean nomor satu. Saya tinggal terus balik lagi ke sini (SMPN 1) pukul  07.30 WIB,”  kata M Faisol, salah satu orang tua yang mendaftarkan anaknya.
PPDB kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, yang menggunakan nilai ujian sekolah sebagai syarat masuk sekolah tingkat selanjutnya. Tahun ini, PPDB berdasarkan zonasi yang berpatokan pada jarak rumah siswa dengan sekolah.
Pengukuran jarak dilakukan Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dispendukcapil melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik orang tua. Data jarak kongkrit antara rumah siswa dengan sekolah diperoleh melalui ‘google map’.
Salah satu orang tua siswa, Retnaningrum antre mulai dari pukul 05.15 WIB. Ia mendapat nomor antrean 12. Warga Tanjungrejo ini sangat berharap anaknya bisa menempuh pendidikan di sekolah negeri.
“Karena ingin berikan pendidikan yang terbaik untuk anak saya. Jadi kalau bisa diterima di sekolah negeri. Rumah saya di Tanjungrejo kalau dari google map jaraknya sekitar 1,8 km. Sistem zonasi begini kan enak, sekolahnya dekat jadi anak saya tidak gampang telat,” ungkap Retnanigrum.

Berita Lainnya :