Dari NTB ke Prancis

 
MENJABAT Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB dirasa Prof Dr Agus Suman SE DEA cukup menyita waktu. Namun profesi ini adalah hal yang tak dibayangkan sebelumnya, mengingat impian sederhananya hanya menjadi seorang guru.
Tak heran jika Dekan asli NTB ini berkeinginan kuat menjadi seorang guru. Sebab, ia termotivasi dari background keluarganya yang rata-rata dominan menjadi guru. 
"Tak pernah menyangka, berawal dari impian menjadi seorang guru, ternyata mengantar saya meraih hal lebih besar menjadi guru di perguruan tinggi," ujar Prof Dr Agus Suman SE DEA kepada Malang Post.
Dalam meraih impian tersebut, tak tanggung-tanggung pria berkacamata ini menyelesaikan studi jenjang S2 dan S3 hingga ke Prancis. Di kota Mode itu, dia mengaku banyak melakukan adaptasi, sebab di sana memiliki budaya yang amat sangat berbeda dengan Indonesia.
"Saya tak menilai di sana itu baik atau buruk. Hanya saja tentu memiliki kebiasaan yang berbeda. Di sana amat disiplin dalam bekerja, sehingga mereka juga mengenal weekend untuk liburan," tuturnya.
Sekitar tahun 1990-an, dia mengaku meski teknologi belum secanggih saat ini, di Prancis produktivitas masyarakatnya sangat tinggi. Terlebih sebagai akademisi amat sangat tertib dalam menjalankan tri dharma, sehingga hasil publikasi dan karya ilmiahnya luar biasa. Hal ini juga ditengarai oleh sistem pendidikan yang sangat mendukung disana.
"Mereka lebih produktif karena ada sistem besar yang menggerakkan, sehingga terbentuk profesionalitas karena selalu menerapkan kedisiplinan kerja. Bahkan saya pernah diejek oleh Profesor saya, kapan menikmati weekend," ungkap pria yang juga lulusan UGM itu.
Pria yang lebih senang berada di rumah ini, mengaku memang mencari pekerjaan yang dapat memiliki waktu lebih untuk berkumpul dengan keluarganya. Dia tak mengutamakan gaji tinggi untuk mengganti waktu bersama keluarga.
"Banyak rekan saya yang juga basicnya ekonomi menjadi perbankan, dengan pekerjaan tersebut mengharuskannya hidup berpindah-pindah belum lagi tak punya banyak waktu untuk keluarga. Meski gajinya tinggi, bukan itu yang saya cari. Saya hidup mengalir saja," tutup pria yang telah memiliki satu orang cucu ini. (ita/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :