Empat Kampus Studi Banding ke Unisma


MALANG - Unisma mendapatkan kunjungan dari empat perguruan tinggi Islam, kemarin. Yakni, STIT Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban, Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri, Universitas Maarif Hasyim Latif (Umaha) Sidoarjo dan Badan Pelaksana Pendidikan Tinggi NU (BPPTNU) Bojonegoro. Dalam kesempatan itu, Unisma dan Uniska melakukan MoU.
Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Unisma, Prof Dr M Tholhah Hasan menegaskan, Unisma bisa eksis hingga saat ini karena telah melewati tiga tahap. Tahap awal selama 10 tahun mempertahankan institusi agar tidak gampang roboh, kedua untuk 10 tahun berikutnya Unisma sudah mulai bersaing dengan perguruan tinggi. Yang dijelaskannya jika Unisma dulu kecil jika dibanding PTS lainnya di Kota Malang.
“Namun itu bisa kita lakukan secara menyeluruh dengan semangat. Barulah setelah bersaing kami harus berkembang untuk dapat dibuktikan di segala bidang bahwa Unisma mampu melakukannya. Dalam keadaan tersebut, cara berpikir harus berubah dengan perkembangannya agar menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri M.Si mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh Unisma hingga menjadi magnet bagi PTIS untuk melakukan studi banding adalah good practice. Sehingga dari kunjungan studi banding PTIS ke Unisma, merupakan hasil kerja keras yang dilakukan di berbagai lini seperti manajemen, pengembangan SDM, sarana dan prasarana, IT, Kemahasiswaan hingga kelembagaan.
“Dari beberapa PTIS yang datang untuk studi banding di Unisma, selain menjalin networking, ada banyak yang akan mereka pelajari seperti pemberdayaan karyawan, riset, dan penjaminan mutu di universitas yang nantinya bisa membantu mereka,” ujar Masykuri kepada Malang Post. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :