Final Science Competition Pertemukan Tim Tangguh


MALANG - Tim SDK Mardi Wiyata 2 Malang menjadi pemenang dalam lomba Science Competition Mardi Wiyata, Selasa (13/2). Kemenangan ini didapatkan setelah berhasil menyelesaikan babak adu cerdas cermat melawan dua finalis lain.
Tentu tak mudah lolos hingga babak final. Pada semifinal sebelumnya, semua peserta harus mampu  menyelesaikan soal science yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, yakni setara dengan level olimpiade. Materi yang diujikan pada kompetisi tahun ini lebih banyak dibandingkan dari tahun sebelumnya. Semifinal tahun ini pun berformat satu tim dengan anggota tiga siswa yang sekaligus menyelesaikan soal secara bersama-sama.
“Tahun ini memang agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Kalau dulu hanya MIPA, kali ini adalah Science, ada IPS nya. Kenapa? Karena nanti di SMP  mereka juga akan ketemu dengan IPS. Jadi mereka menyelesaikan soal ini dengan bekerja sama. Bahkan jika siswa yang satu belum selesai, siswa lain boleh membantu. Ini juga bagian dari pendidikan karakter, saling membantu dalam hal ilmiah,” jelas Yoseph Banggo S.Pd., koordinator lomba Science Competition.
Dari 5 peserta di babak semifinal, akhirnya hanya diambil 3 tim yang berhak maju ke babak final. Pada partai final kemarin, 3 tim tersebut adalah tim SDK Mardi Wiyata 2 yang harus bersaing ketat dengan 2 tim lain dari SDI Sabilillah. Yoseph pun juga bahkan telah mengetahui kiprah dari para siswa yang menjadi finalis tersebut.
“Kebetulan bisa dilihat sendiri, semua ini anak anak berbakat, anak anak OSN, anak anak yang berprestasi. Meskipun cuma sedikit, namun sangat berpengaruh di Kota Malang,” ungkap Yoseph.
Pada babak final, diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama, setiap tim diuji secara bergantian dan pada sesi selanjutnya seluruh tim harus berebut untuk menjawab pertanyaan yang diujikan. Tim dari SDI Sabilillah sebenarnya telah unggul, namun karena kurang waspada, tim dari SDK Mardi Wiyata 2 berhasil mengejar poin hingga akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang.
Kepala Sekolah SDK Mardi Wiyata 2 Malang, Y.B Wiyoto S.Pd., begitu mengetahui keberhasilan anak didiknya, sangat bersyukur dan berterimakasih pada siswanya. Kemenangan ini merupakan hasil kerja keras seluruh siswanya yang sebelumnya sengaja ia pacu untuk selalu rutin berlatih.
“Sebetulnya ya karena tahun kemarin tidak dapat juara, tahun ini jujur kita ‘ngoyo’ agar dapat juara. Apalagi kebetulan dua siswa kita itu ndobel untuk lomba lain, jadi kadang saya sampai bingung. Makanya sampai pagi tadi (kemarin,Red) masih sempat saya ‘drill’ untuk matematikanya,” ujar Wiyoto
Melalui hasil kemenangan ini, Wiyoto berharap agar semua siswanya dapat mengambil pelajaran bahwa sesuatu yang dilakukan dengan kerja keras, akan memberikan hasil sesuai yang diinginkan.
“Paling tidak sebagai motivasi untuk anak anak lainnya, bisa ikut termotivasi. Dari pencapaian ini supaya mereka tahu bahwa ternyata dengan kerja keras itu akan menghasilkan sesuatu yang sangat diinginkannya,” kata Wiyoto.
Sementara itu, pada kompetisi futsal yang juga digelar Selasa kemarin, juga menyajikan laga seru yang mempertemukan tim dari SDN Rampal Celaket melawan SD Islam Al-Maarif. Laga ini menyuguhkan aksi kejar mengejar gol yang membuat para penonton semakin antusias. Namun dengan pengalamannya yang banyak, tim dari SDN Rampal Celaket berhasil menutup laga dengan skor kemenangan 4-2. (yan/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :