FKIP Unisma Kembangkan Pembelajaran Blended Learning


 
MALANG - Dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan daya saing lulusan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma mengadakan lokakarya pengembangan model pembelajaran Blendid Learning dan Teknologi Pembelajaran pada Sabtu, (7/10) lalu. Kegiatan ini merupakan program hibah revitalisasi LPTK tahun 2017 dan tindak lanjut dari rekonstruksi kurikulum pembelajaran selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Sekretaris Pelaksana Acara Djuhari, M.Si mengatakan, dalam lokakarya ini peserta akan mempraktikkan model pembelajaran blendid learning saat itu juga. Selanjutnya, dilakukan penyempurnaan dan implementasi model pembelajarana tersebut.
“Masing-masing program studi diwajibkan membuat lima model pembelajaran. Dengan adanya tiga program studi di FKIP maka diharapkan ada 15 model yang siap dikembangkan untuk perbaikan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Mengundang narasumber Dr. Hendry Praherdhiono, ahli program blendid learning dan teknologi pengajaran, lokakarya ini dihadiri oleh dosen FKIP dan program studi lain di Unisma. Model pembelajaran Blendid Learning ini sendiri menekankan pada kombinasi yang tepat antara strategi pembelajaran sinkronous dan asinkronous dalam rangka menciptakan pengalaman belajar.
Blendid learning ini sendiri yakni teknologi yang dikembangkan pada Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) yang diluncurkan oleh Presiden RI pada tanggal 14 Oktober 2014. SPADA adalah program dari Dirjen DIKTI yang memungkinkan mahasiswa dari perguruan tinggi tertentu untuk mengikuti suatu mata kuliah lain yang ditawarkan oleh perguruan tinggai lain.
Nilai yang diperoleh melalui pembelajaran blended dengan perguruan tinggi lain dapat dialihkan dengan nilai sama di perguruan tinggi dimana dia terdaftar sebagai mahasiswa.
Kondisi di lapangan, SPADA telah memiliki panduan sebagai acuan dalam mengembangkan mata kuliah daring, namun masih perlu disempurnakan lebih lanjut. Dosen juga dianggap masih belum memiliki pengetahuan dalam menentukan capaian pembelajaran. 
“Pendidikan itu kan proses dimana kurikulum dan perangkat pembelajaran diperbarui terus menerus. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kualitas proses dan akhirnya akan berpengaruh lulusannya. Blendid learning di Unisma ini akan berbeda setiap institusi tergantung dengan pengembangannya,” imbuhnya. (ras/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :