Guru Tulus Mengajar, Siswa Ikhlas Belajar


Syukur tidak hanya diungkapkan dalam kata-kata.  Ungkapan syukur seseorang bisa dalam bentuk sikap yang mencerminkan semangat mengisi hidup dengan hal-hal kebaikan.
Itulah yang ditanamkan Kepala SDK santo Yusup 3 Yosep Teguh Suharto. S. Pd kepada anak didiknya.  Ia mengungkapkan, berkat Tuhan begitu besar pada setiap orang, mulai bangun tidur hingga tidur kembali. Termasuk tidur itu sendiri.
"Mata bisa terbuka dan bisa melihat alam sekitar saat bangun tidur, itu juga merupakan berkat yang patut disyukuri. Coba bayangkan jika mata kita terbuka tapi yang terlihat hanya gelap. Maka hidup harus penuh dengan rasa syukur," katanya.
Menurut Teguh,  di era kemajuan masa kini perlu ditanamkan rasa dan sikap syukur pada generasi muda, utamanya siswa-siswi SDK santo Yusup 3. Sarana dan fasilitas yang serba lengkap,  bisa dinikmati setiap waktu. Tanpa rasa syukur mereka akan lupa diri.  Padahal tidak semua orang bisa merasakan hal yang sama.
Oleh karena itu,  guru selalu menanamkan sikap peduli pada siswa. Dengan mengajarkan mereka saling berbagi dan memiliki rasa empati pada sesama.
"Ini juga merupakan sikap syukur.  Bahwa yang kami inginkan tidak hanya siswa yang pandai. Tapi memiliki sifat sosial yang tinggi," terang Teguh.
Kesempatan belajar yang diperoleh siswa dengan kondisi badan yang sehat sehingga bisa hadir di kelas merupakan sebuah berkat. “Masih banyak anak yang ingin sekolah, tapi tidak kesampaian karena berbagai kondisi. Baik faktor ekonomi maupun kesehatan. Maka kami selalu menekankan pada anak untuk pandai bersyukur dengan kondisi mereka saat ini,” tambanhnya.
Tuguh menjelaskan, syukur merupakan bagian dari materi pelajaran. Kompetensi Inti yang pertama, tentang kerohanian. Maka sebagai salah satu muatan dalam KI, guru selalu menghimbau agar siswa selalu bersyukur. “Setiap kegiatan yang kami lakukan di sekolah termasuk bagian dari syukur kepada Tuhan,” tukasnya.
Ia menegaskan, setiap kegiatan atau pekerjaan yang dijalankan dengan hati ikhlas, akan membuahkan hasil yang maksimal. Karena dilandasi dengan ketulusan hati dan tidak menganggap pekerjaan sebagai suatu beban.  
“Ketulusan kami dalam menjalankan tugas pendidikan serta keikhlasan siswa dalam belajar, juga merupakan bagian dari ungkapan syukur kami pada Tuhan,” tegasnya. (imm/oci)

Berita Lainnya :