ITN Malang Deklarasi Anti Narkoba

 
MALANG - Narkoba no, prestasi yes, ITN Malang anti narkoba. Teriakan kompak dari UKM persatuan mahasiswa anti narkoba (PESAN) yang diikuti oleh duta anti narkoba serta 1.099 maba ITN di depan halaman kampus. Rangkaian kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi maba (PKKMB) resmi ditutup dengan penunjukan duta anti narkoba dan pelepasan puluhan balon ke udara, Jumat (14/9). 
Kepala BNN Kota Malang, AKBP Bambang Sugiharto MSi mengapresiasi tinggi keseriusan ITN dalam memerangi narkoba. Dia juga melaporkan data nasional terkini terkait target penyalahgunaan narkoba paling tinggi yang dialami oleh mahasiswa dengan latar belakang pendidikan teknik.
“Dikejar target pekerjaan yang tinggi sampai larut malam, membuat celah peluang para bandar masuk dan menawarkan narkoba pada mahasiswa dengan berdalih dopping, herbal, hingga vitamin,” ujar Bambang Sugiharto MSi kepada Malang Post.
Setiap waktu modus pengedaran narkoba bertransformasi meningkat, sehingga perlu semua pihak khususnya civitas akademika dapat selalu waspada. Bambang mengingatkan pada mahasiswa agar setelah lulus tidak mengemban profesi insinyur sebagai pemakai narkoba. Hingga kini, BNN tengah melakukan mapping kepada perguruan tinggi untuk pembentukan duta anti narkoba.
“Dari 70 perguruan tinggi di kota Malang, masih 25% yang sudah bergandengan untuk memerangi narkoba bersama BNN,” tandasnya.
Selain itu, dalam upaya preventif memerangi narkoba yang biasanya dilakukan oleh instansi atau lembaga pendidikan adalah tes urine. Namun, perlu dievaluasi dalam pelaksanaannya bagi pelajar yakni dengan adanya tes urine pil koplo.
“Rata-rata hasilnya akan negatif semua, pelajar kebanyakan tak menggunakan narkoba karena harganya yang mahal. Maka untuk tes urine khusus pil koplo harus diadakan juga, sebab banyak ditemukan kasus penggunaannya,” tegas pria yang juga alumni ITN itu. 
Sementara itu, Rektor ITN Malang, Dr Ir Lalu Mulyadi menegaskan sebagai institute teknologi akan turut berperan aktif dalam memerangi narkoba. Terlebih menanggapi target mahasiswa menjadi pengedar narkoba. Maka cara paling efektif dengan membentuk UKM PESAN dan duta anti narkoba untuk menjauhkan hal negatif di tengah mahasiswa. Begitupun dengan bersinergi bersama BNN dalam edukasi bahayanya.
“Pemikiran negatif diawali dari narkoba, maka harus diperkuat dengan pemikiran positif lewat inovasi dan kreativitas mahasiswa. Terlebih generasi muda adalah penerus bangsa,” imbuh Lalu. 
Pembina UKM persatuan mahasiswa anti narkoba (PESAN) ITN, Aladin Eko Purkuncoro ST MT sebelumnya telah menyeleksi empat mahasiswa dari fakultas teknologi industri dan fakultas teknik sipil dan perencanaan. Mahasiswa tersebut telah mengikuti tahapan seleksi dan interview, kemudian sebagai duta anti narkoba akan mengemban peran aktif dalam mengedukasi penyalahgunaan narkoba bersama BNN kota Malang. 
“Pencegahan narkoba dimulai dari lingkungan ITN terlebih dulu. Duta yang terpilih akan membawa pesan anti narkoba dan mengikuti FGD untuk diskusi anti narkoba bersama dengan BNN,” ungkap penggiat anti narkoba kota Malang ini. (ita/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :