Kembangkan Potensi 138 Desa di Malang Raya


MALANG - Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang harus bisa membantu mewujudkan apa yang menjadi mimpi dari warga desa. Pesan ini diungkapkan Ketua LP2M UIN Maliki Malang, Dr. Tutik Hamidah, M. Ag kepada mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Mengabdi 2019. Kemarin, (28/12), sebanyak  2.688 mahasiswa secara resmi telah diberangkatkan. KKM Kali ini terdiri dari 136 kelompok. Dilaksanakan di 138 Desa dari 12 Kecamatan. Dengan pembagian area tugas di 119 Desa Kabupaten Malang dan 19 Desa di Batu.
Ketua LP2M UIN Maliki Malang, Dr. Tutik Hamidah, M. Ag menegaskan, program-program kemasyarakatan di desa setempat diupayakan terintegrasi dengan program KKM. Di sisi lain program KKM harus beorientasi pada pengembangan potensi yang ada di desa.
“Mahasiswa harus bisa membantu mewujudkan apa yang menjadi mimpi dari warga desa setempat,” kata dia.
KKM dilaksanakan dua kali dalam setahun. Jumlah keseluruhan mahasiswa KKM sebanyak 3.500. KKM gelombang pertama dilaksanakan pada semester ganjil selama Januari dan dilanjutkan KKM kedua pada Agustus 2019 mendatang.
“Di KKM semester genap nanti kami berencana dilaksanakan di luar Malang, dan sejauh ini kami sudah kerja sama dengan Pemkot Lumajang,” ujarnya.
Ia menjelaskan syarat mahasiswa untuk dapat mengikuti KKM harus sudah menempuh 100 SKS, sesuai program studi masing-masing. Visinya adalah mempraktekkan dan mengamalkan apa sudah di pelajari di prodi kepada masyarakat.
“Masing-masing kelompok terdiri dari tujuh fakultas, sehinga dalam satu kelompok dapat saling mengintegrasikan keilmuan yang dimiliki,” terangnya.
Ditambahkannya, KKM UIN Maliki harus berbeda dari kampus-kampus lainnya. Sebagai perguruan tinggi Islam, mahasiswa harus bisa menunjukkan ciri khasnya dengan menekankan pada program-program keislaman.
“Karena dari UIN maka kami tekankan agenda KKM harus berbasis dakwah. Kebiasaan yang ada di kampus seperti salat berjamaah, khotmil quran dan majelis taklim juga bisa diterapkan di masyarakat,” jelasnya.
Sebelum pelaksanaan KKM, mahasiswa bersama dosen pendamping lapangan telah melakukan survey untuk mengidentifikasi potensi yang akan dikembangkan di desa terkait. Sehingga saat pelaksanaan KKM,  mahasiswa tinggal menyambung komunikasi untuk tahap pelaksanaannya. “Ini strategi kami agar KKM terlaksana dengan efektif, mengingat waktu kita terbatas,” ucapnya.
Tutik berharap, setiap kelompok ada progress yang memperlihatkan hasil dari kinerja mahasiswa. Meskipun semua agenda tidak bisa terlaksana secara keseluruhan, paling tidak ada yang bisa dikembangkan oleh mahasiswa KKM gelombang selanjutnya.
“Sampai pada akhirnya desa tempat KKM UIN Mengabdi 2019 benar-benar ada perubahan yang lebih baik sebagai hasil nyata dari usaha dan kreativitas mahasiswa UIN Maliki,” tukasnya.
Untuk mencapai hasil maksimal, Tutik mengimbau agar selama KKM mahasiswa dapat disiplin waktu dan aktif dalam setiap kegiatan.
"Inilah saatnya mereka semua bisa mengamalkan ilmu yang didapat di kampus selama ini. Untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat," ujarnya.
Dalam sambutannya ketika melepas mahasiswa KKM, Tutik mengapresiasi semangat mahasiswa untuk kegiatan KKM UIN Mengabdi 2019 kali ini.
"Selamat dan sukses, semoga usai KKM nanti kalian semakin dewasa dan profesional," imbuhnya. (imm/adv/oci)

Berita Lainnya :