Kenalkan Pengolahan Pakan Ternak dengan Mikrobakteri


MALANG – Kelompok KKN 01 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan penyuluhan kepada peternak sapi di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Menghadirkan dosen peternakan UMM, Ir. Tedjo Hudi Wijono, M.P, para peternak mendapatkan penyuluhan tentang pengolahan pakan ternak dengan menggunakan mikrobakteri.
Penyuluhan yang dilakukan Minggu (27/1) lalu, menarik perhatian warga. Karena  pengetahuan tentang pengolahan pakan ternak menggunakan mikrobakteri ini masih minim di kalangan peternak sapi di wilayah itu . Kegiatan ini diikuti 18 peternak dan perangkat desa Benjor Kecamatan Tumpang.
 “Percuma jika sapi makan rumput 50 kilogram per hari, tapi tetap kekurangan nutrisi karena  hanya beberapa persen yang dapat di proses di dalam tubuh sapi. Jadi dengan inovasi mengolah pakan ternak dengan mikrobakteri membuat makanan mudah dicerna oleh sapi, sehingga sapi cepat kenyang dan sangat baik untuk menambah bobot badan sapi,” kata Ir. Tedjo Hudi Wijono, M.P.
 Menurutnya, warga di Desa Benjor setiap harinya harus mencari 50 kilogram rumput untuk memberi makan sapi mereka.  
“Ditinjau dari segi ekonmisnya, jika bobot sapi bertambah tentunya keuntungan juga untuk para peternak. Karena dapat menjual sapi dengan harga tinggi, selain itu itu juga dapat menghemat waktu. Jadi tidak perlu mencari rumput setiap harinya, “ terangnya.
 Keuntungan lain yang didapatkan para peternak menurutnya, pakan ternak yang diolah dengan mikrobakteri ini juga bisa bertahan hingga 3 bulan. Pilihan rumput yang digunakan adalah rumput gajah. Rumput ini dipilih karena mudah didapat dan banyak tumbuh di kawasan Desa Benjor.
Bahan-bahan yang harus disiapkan sebelum membuat pakan mikrobakteri ini adalah dedak (bekatul) atau ampas padi, rumput  gajah dan dari tanah. Setelah diaduk, campuran dedak and potongan rumput dimasukan kedalam trash bag untuk kemudian didiamkan selama 5 hari.
Keanu Aulia Rahman, anggota divisi ekonomi kelompok KKN 01 UMM Benjor menambahkan,  proses pengolahan pakan ternak ini sangat mudah, sebelumnya rumput gajah di potong  terlebih dahulu menjadi bagian kecil-kecil,  kemudian dicampur dedak setelah itu diaduk sampai merata. “Takaran perbandingannya adalah 1 karung rumput gajah dengan berat kurang lebih 6 kilogram dicampurkan  15 tutup botol cairan bakteri dan dedak secukupnya, “ terangnya.
Ditambahkannya,  setiap hari warga biasanya  menghabiskan 50 kilogram sampai dengan 60 kilogram rumput per hari untuk ternaknya. Dengan mengunakan fermentasi pakan ini,  kebutuhan pakan sapi cukup dengan 20 kilogram perhari, dan sudah bisa memenuhi  nutrisi sapi. “Sehingga dapat menambah bobot badan sapi dan juga meningkatkan nilai jual sapi. “ tandasnya.(mp5/sir/aim)

Berita Lainnya :