Kenalkan Teknologi untuk UKM Stik Kentang


 
MALANG - Lima mahasiswa UM merancang teknologi tepat guna (appropriate technology) berupa MERANG STICKEN. Merang  Sticken ini adalah mesin perajang kentang otomatis melalui sistem pneumatik dengan hasil pemotongan terlihat sama dan rapi.  Dengan mesin tersebut,  pelaku UKM stik kentang tak lagi memotong kentang secara manual dalam waktu lama. Sebab mesin otomatis ini juga memiliki kemampuan produksi besar dengan kapasitas 100 kg/jam dan tentunya lebih unggul dari perajang kentang pada umumnya.
“Selama ini, pelaku UKM stick kentang masih menggunakan metode konvensional dalam proses produksinya. Pekerjaan pada proses pemotongan stick kentang masih banyak yang menggunakan tenaga manusia dan untuk hasil produksi sendiri masih kurang maksimal, sehingga perlu diupayakan pembuatan inovasi pemotong stick kentang yang lebih efisien dan produktif,” ujar Ketua Tim Andi Hartanto kepada Malang Post.
Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Mesin 2014 tersebut menjelaskan, teknologi dari merang sticken menggunakan dua alat terpisah yaitu pemotong dan pendeteksi yang dilengkapi komponen elektronik.
Alat pendeteksi ini bertujuan untuk mengetahui volume kentang yang dipotong. Sistem perajang menggunakan sensor proximity yang memiliki sensor untuk mendeteksi kentang yang jatuh ke dalam bak pemotong. 
“Sensor proximity tersebut mengirim informasi ke mikrokontroler sehingga semua kontrol dan input dari semua mesin berada di mesin perajang stik tersebut. Sehingga sensor ini yang mampu mendeteksi kentang yang jatuh ke dalam bak pemotong,” tandas Andi.
Walaupun ada yang menggunakan mesin pemotong stik secara modern mulai dari proses awal sampai akhir, namun alat ini terbilang mahal jika digunakan oleh home industri. Karena memang alat tersebut diperuntukkan bagi industri stik kentang modern skala besar.
Sehingga hasil karya dari program kreativitas mahasiswa yang dibimbingan oleh dosen Teknik Mesin Drs. Imam Sudjono, MT ini akan aplikatif digunakan bagi pelaku UKM tersebut.
Tim Merang Sticken beranggotakan Andi Hartanto (S1 Pendidikan Teknik Mesin 2014) sebagai ketua tim, Ahmad Syafi’i (S1 Pendidikan Teknik Mesin 2014), Firman Ardyansyah (S1 Teknik Elektro 2017), Imam Muhtarom (S1 Pendidikan Teknik Mesin 2014), dan Rahadiyan Haris Firmansyah (S1 Pendidikan Teknik Mesin 2017). (ita/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...