Kompeten Saja Tak Cukup, Guru Harus Percaya Diri


Menjadi guru harus tampil percaya diri di hadapan peserta didiknya.  Penampilan guru menunjukkan tingkat optimisme yang bersangkutan sebagai pendidik yang profesional. Disadari atau tidak, kepercayaan diri seorang guru akan berimbas pada siswanya.
Itulah yang diungkapkan Kepala SDK Mardi Wiyata 1, Edik Joko Yuhono, S.Pd kepada Malang Post. Menurutnya, tidak mudah mendidik siswa agar mempunyai kepercayaan diri yang tinggi.  Padahal itu penting ketika siswa harus bergaul atau berkompetisi dengan siswa lain.  
"Kalau gurunya saja tidak percaya diri, bagaimana dengan muridnya," ucap Edik, saat ditemui di kediamannya, (21/1) kemarin.  
Oleh karena itu, sebagai pimpinan ia mewanti-wanti kepada para guru agar tampil meyakinkan. Baik dari sisi penampilan maupun kompetensi keilmuan. Ia berujar bahwa dari sisi kompetensi, guru SDK Mardi Wiyata 1 tidak kalah dengan guru dari sekolah lain. Apalagi ia seringkali dipercaya untuk menilai kompetensi dan mutu guru dari sekolah-sekolah di Indonesia, khususnya di bawah naungan Yayasan Mardi Wiyata.  
"Saya mengatakan ini berdasarkan data. Saya selalu menyampaikan itu pada guru-guru,  bahwa kemampuan mereka tidak kalah dengan yang lain. Untuk itu tidak ada alasan untuk tidak percaya diri," tuturnya.  
Untuk menambah rasa percaya diri, ada beberapa hal yang perlu dilakukan.  Antara lain berusaha untuk berpenampilan yang baik dan rapi.  Karena wibawa seseorang juga tergantung dari penampilannya.
"Kalau penampilan sudah oke, maka perlu ditambah dengan komunikasi yang baik. Termasuk komunikasi non verbal yang disitu seorang guru bisa menarik perhatian siswa atau masyarakat yang ditemuinya," terang Edik.

Berita Lainnya :