Kuat dan Cepat, Mini Bike Ringankan Beban Petani


MALANG - Petani madu di daerah Tumpang menginspirasi mahasiswa ITN Malang untuk berinovasi. Persembahan mereka berupa sebuah mini bike yang dirancang ramah petani. Adalah Muhammad Rifqi Ayyuzma, Sigit Widodo, dan Hadi Subeno Tri Suharso membuat inovasi brilian dengan menghadirkan motor trail modifikasi tersebut. Dirancang dengan tinggi 70 cm dan berat hanya 24 kg, mini bike buatannya justru mampu menopang beban lebih dari 120 kg.
Untuk merancang mini bike ini, tiga mahasiswa Diploma III Teknik Mesin Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Pekerjaan dimulai dari perancangan hingga finishing. Selain bisa digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, motor ini juga bisa difungsikan untuk kebutuhan  pariwisata.
“Meskipun ukurannya mini, namun tidak akan menyulitkan pemakainya karena kami merancang dengan stang yang lebih tinggi yakni 95 cm dari tanah dengan bentuk lebar kesamping. Jadi, walau pemakainya tinggi kakinya tidak akan bertabrakan dengan stang,” ujar salah satu wisudawan terbaik dan peraih IPK 3.51, Muhammad Rifqi Ayyuzma.
Kelebihan dari mini bike ini yakni bisa menopang beban berat sementara trail pada umumnya cenderung lebih rapuh. Kerangka mini bike menggunakan besi baja estetika 7 dan mesin Grand 110 CC 4 langkah, berbeda dengan trail biasanya menggunakan mesin pemotong rumput yang natobene dari segi tenaga kurang kuat.
Apabila dikomersilkan, mini bike ini bisa dijual dengan harga Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per unit. Namun saat ini, Rifqi masih mencari peluang untuk memasarkan inovasinya agar mampu memberikan manfaat serta kemudahan bagi masyarakat terutama petani.
“Perancangan mini bike ini kami dari nol, dengan berbagai kombinasi baik mesin maupun body motor. Karena tujuan awalnya untuk membantu petani, jadi kami ciptakan mini trail dengan berat hanya 24 kg sehingga apabila terjebak di hutan atau sawah bisa diangkat dengan mudah,” pungkas mahasiswa angkatan 2015 ini. (lin/sir/oci)

Berita Lainnya :