Lulus MTS Bisa Mengaji dan Hafal Juz Amma

MALANG – Menjelang tahun ajaran baru, MTS Ar-Royyan mempersiapkan berbagai program pendidikan terbaik untuk anak didiknya. Di antaranya pendidikan regular, inklusif serta ma’had. Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Ukhuwah Insaniyah, Drs H Mardjono MSi yang menaungi MTS Ar-Royyan.

“Pagi hari sebelum kegiatan belajar dan mengajar dimulai, para siswa menggelar bimensi, yakni mengaji dan hafalan juz amma, doa sehari-hari serta dzikir. Dengan dilaksanakan setiap harinya. Kami menargetkan saat lulus MTS, mereka bisa mengaji, hafal juz amma serta doa sehari-hari,” terang Mardjono pada Malang Post.

Untuk program Ma’had, merupakan wadah belajar santri Ar-Royyan atau siswa selain sekolah formal yang fokus pada internalisasi nilai-nilai spiritual didasarkan pada Alquran dan As Sunnah.  Ma’had Ar-Royyan Al-Islami menerpakan sistem khalafi dan salafi secara sinergis, yakni memadukan kurikulum salaf dan modern. Dengan demikian, santri akan memperoleh ijazah ma’had selain ijazah sekolah.

Selain membuka pendaftaran untuk siswa baru kelas 7, MTS Ar-Royyan juga membuka diri untuk siswa pindahan kelas 8 dan kelas 9. Mereka pun juga akan mendapatkan fasilitas yang sama dengan siswa baru kelas 7.

Mardjono menambahkan, pihak sekolah juga memberikan prioritas berupa keringanan biaya untuk masyarakat di RW 8 Kelurahan Bunulrejo yang ingin menyekolahkan putra-putrinya di MTS Ar-Royyan.

“Selain itu, sebagai pembinaan lingkungan, kami juga melakukan kerjasama sosial kemasyarakatan dengan RT dan RW sekitar sekolah. MTS siap mendukung kegiatan kemasyarakatan seperti penyediaan fasilitas untuk acara-acara warga, seperti pemilu, rapat maupun pernikahan. Dari sini, hubungan pihak sekolah dengan masyarakat akan terus berkembang positif,” paparnya.

Sementara itu, Kepala MTS Ar-Royyan, Drs Imam Bakri menambahkan jika pendidikan di MTS Ar-Royyan menggunakan sistem fullday school. Sekolah dimulai pukul 07.00 dan diakhiri pukul 15.30. Khusus hari Sabtu, kegiatan diisi dengan ekstrakurikuler.

“Segala kegiatan belajar mengajar kami tuntaskan di sekolah sehingga siswa tidak kami beri PR. Dengan demikian, begitu sampai di rumah, mereka bisa beristirahat maupun bersosialisasi dengan keluarga,” kata Imam. (nda)

Berita Lainnya :