Lulus Sekolah, Siswa Wajib Hafal Alquran


SALAH satu yang menonjol dari SMP Putri Al-Irsyad Al-Islamiyyah adalah kemampuan siswanya menghafal Alquran. Lulusan sekolah ini tak hanya pandai akademik saja, tapi juga seorang tahfiz.
“Kami memang menjadikan tahfiz sebagai salah satu program unggulan sekolah ini, dengan target minimal anak-anak hafal satu juz,” ucap Kepala SMP Putri Al-Irsyad, Hakimah kepada Malang Post.
Tahun ajaran lalu, SMP Putri Al-Irsyad telah melulusan angkatan pertama. Sebagai lulusan pertama, kemampuan menghafal siswa bervariasi. Bahkan di angkatan pertama ini, ada yang telah berhasil hafal tujuh juz Alquran.
“Kami berencana tahun ajaran yang akan datang akan menaikkan target hafalan anak-anak, sehingga minimal mereka lulus sudah hafal dua juz,” tambahnya.
Hakimah mengungkapkan, tahfidz merupakan program pilihan utama bagi siswa. Maka hafal Alquran menjadi syarat kelulusan mereka. “Secara ilmu pengetahuan sudah bagus, ujian nasional juga lulus, tapi siswa belum hafal Alquran sesuai target yang telah ditetapkan, maka yang bersangkutan kami anggap belum lulus,” jelasnya.  
Ketetapan ini tidak serta merta diterapkan oleh pihak sekolah. Hakimah mengatakan, di awal tahun masuknya siswa ke sekolah, pihaknya telah melakukan sosialisai kepada orang tua siswa. Sehingga selama proses pembinaan siswa, diharapkan adanya kerja sama antara guru dan orang tua.
“Karena keingian orang tua itu beragam. Tapi kami telah menunjukkan pada masyarakat bahwa sekolah ini bisa. Buktinya lulusan pertama kami ada yang melanjutkan ke SMA, SMK, MA  bahkan ada yang masuk pesantren,” ungkapnya.
Terkait dengan program tahfidz, secara teknis Hakimah menjelaskan, sejak awal masuk sekolah para siswa dibagi menjadi empat kelompok mengaji.  Tujuannya sebagai pemetaan antara yang sama sekali belum bisa membaca quran, bisa tapi belum benar, membaca dengan lancar dan siswa dengan kemampuan sangat baik.     
Di akhir semester, lanjutnya, orang tua diharuskan untuk menyaksikan sendiri kemampuan anak-anak mereka dalam sebuah ujian tahfidzul quran. “Ketika ujian tahfiz, anak-anak konsentrasi penuh. Maka saat ujian quran tidak ada KBM. Sehingga semuanya fokus dan serius. Urusan akhirat kita harus serius demikian juga urusan dunia,” terangnya.
Terkait metode yang dipakai, Ia mengungkapkan pihaknya tidak terpaku pada metode tertentu. Sebab menurutnya banyak lebih penting dari sekadar memikirkan metode mengaji siswa di sekolah. “Karena target kita lebih komplek. Yang penting guru-guru Alquran semuanya professional dengan kemampuan mereka yang telah teruji,” tuturnya.
Selain tahfidz, SMP Putri Al-Irsyad juga memiliki program keputrian. Sementara ini konsentrasinya pada keterampilan memasak dan menjahit. Dengan maksud untuk mengasah bakat dan keterampilan para siswi di bidang kreativitas. “Target kami memang bukan untuk mencetak chef handal. Program ini hanya sebatas ciri dari keputrian. Tujuannya untuk penunjang potensi siswa sebagai anak perempuan yang kerap membantu ibu mereka di rumah,” tambahnya. (mp1/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...