magista scarpe da calcio Lulusan Politeknik Masih Dipandang Sebelah Mata


Lulusan Politeknik Masih Dipandang Sebelah Mata


BATU - Revitalisasi Politeknik menjadi semangat baru demi mengejar pengakuan dunia usaha dan industri. Sebab, masih ada yang beranggapan bahwa lulusan politeknik belum bisa disejajarkan dengan sarjana.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Forum Direktur Politeknik Negeri Se Indonesia (FDPNI) yang dilaksanakan di The Singhasari Resort, Jalan Raya Ir. Soekarno No.120, Beji, Kec. Batu, Kota Batu, Senin (12/3). Selain revitalisasi Politeknik, Menristekdikti juga membuka kerja sama antara Politeknik Negeri dengan Taiwan melalui beasiswa untuk 6.000 mahasiswa Politeknik.
Pada forum yang dihadiri oleh 38 Politeknik negeri seluruh Indonesia tersebut, Menristekdikti M Nasir menampung berbagai permasalahan yang dihadapi beberapa Polteknik Negeri seluruh Indonesia terkait revitalisasi politeknik. Karena menurutnya malalui revitalisasi tersebut ia berharap politeknik negeri menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berdaya saing tinggi dan siap kerja.
"Pandangan beberapa instansi dan dunia usaha yang masih beranggapan lulusan pendidikan politeknik Diploma IV tidak setara dengan sarjana akademik. Sehingga mengakibatkan lulusan Diploma IV mengalami kesulitan di dunia kerja,” ujar M. Nasir kepada Malang Post.
Ia menjelaskan lebih lanjut, hal tersebut akan dimulai dengan dari perubahan sistem pendidikan. Dengan begitu ia ingin menitik beratkan pada praktik yang lebih banyak, dengan perbandiangan 70 persen praktik dan 30 persen materi. “Perubahan intstrumen tersebut dikarenakan selama ini masih mengacu pada pendidikan akademik. Sehingga harus segera kita rancang instrumentnya seperti model pembelajaran dan kurikulum. Begitu juga dengan penguatan kapasitas dan kapabilitas dosen hingga kompetensi mahasiswa,” terangnya.
Selain itu, Menristekdikti juga menyampaikan jika Polteknik negeri juga menadapat tawaran baik berupa kerja sama luar negari. Di mana kerja sama yang akan dilaksanakan melalui beasiswa yang akan diberikan oleh Politeknik luar negeri kepada 6000 mahasiswa. Sedang untuk formatnya, mahasiswa yang terpilih akan melaksanakan studi dua tahun di Indonesia dan dua tahun di luar negeri.
Kerja sama yang akan dilakukan bersama Taiwan tersebut juga akan ditargetkan bisa terlaksana pada tahun ini. Nasir juga menambahkan, jika kuantitas dan kulitas 6000 mahasiswa itu bisa terpenuhi, maka pada tahun berikutnya jumlah mahasiswa akan ditambah lebih besar lagi. Tentunya setiap Politeknik yang melakukan kerja sama sudah menyiapkan kualitas anak didiknmya. karena di sana para mahasiswa tersebut tidak hanya masuk dalam kampus, tetapi juga akan terjun langsung dalam dunia industri. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang