Mahasiswa Zaman Now Butuh Revolusi Mental

 
MALANG – Jangan sampai roda zaman berputar cepat tapi hidup kita berjalan Lambat. Itulah yang dikatakan oleh AKBP Dr. Dody Eko Wijayanto, SH, M.Hum, Kabag Bin Opsnal Binmas Polda Jatim. Kalimat itu ia sebutkan dengan tegas dalam kuliah umum revolusi bangsa menjawab tantangan zaman di Universitas Wisnuwardhana. Dalam kuliah tamunya, Dody menyampaikan tentang pentingnya revolusi mental dalam perubahan zaman. 
“Zaman sekarang sudah serba modern. Semua serba IT, mental warga Indonesia pun harus berlandaskan dengan perkembangan zaman itu sendiri,” terang Dody.
Menurutnya, revolusi mental, bisa menjawab tantangan zaman. Sebab, revolusi mental adalah mengubah mental bangsa, dengan kondisi di zaman yang sedang dipijaki bangsa itu. 
“Indonesia sedang hidup di zaman now. Zaman now, seperti yang sudah saya katakan adalah zaman dimana revolusi mental, perlu dilaksanakan sesuai dengan populasi manusia yang melek teknologi, ekosistem zaman yang juga dipenuhi dengan IT, jadi mental bangsa harus diubah untuk menjawab tantangan zaman yang sudah serba canggih,” bebernya. 
Jadi, Dody melanjutkan, mulai sekarang, saatnya masyarakat terutama mahasiswa bisa membantu mengubah mental para warga yang masih takut akan perkembangan zaman, menjadi masyarakat yang bisa menjawab tantangan zaman. 
“Para mahasiswa harus bisa menganalisis mana saja populasi masyarakat yang masih belum berani menjawab tantangan zaman, mereka yang masih susah untuk melek media harus diubah mentalnya, itu tugas mahasiswa sebagai agen perubahan,” terangnya. 
Oleh sebab itu, Dody melanjutkan, mahasiswa harus berlari membantu masyarakat, mengejar roda zaman yang berputar. Revolusi mental, lanjut dia juga perlu dilakukan untuk mengurangi tindak kejahatan pada suatu bangsa.Misalnya, bila di Indonesia adalah tindak pidana korupsi (tipikor). Tantangan zaman, bukan hanya tentang perkembangan teknologi saja, namun juga perkembangan reputasi suatu bangsa. 
“Bagaimana jika rangking Indonesia dengan jumlah penduduk besar, juga ternyata sinkron dengan jumlah kejahatan korupsi yang besar pula. Mari kita membayangkan, bagaimana kondisi bangsa ini, kalau masih banyak masyarakat yang belum bisa mengejar kemajuan zaman, ditambah lagi, adanya kesenjangan, yang kaya semakin kaya. Itu malah memperlambat kemajuan kita sebagai bangsa,” terangnya.
Ia mengungkapkan, ketertinggalan bangsa Indonesia yang masih cukup jauh dengan negara maju, menyebabkan Indonesia masih harus terus berupaya berlari mengejar, dengan menerapkan revolusi mental. (sin/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :