Manasik Haji Jadi Agenda Rutin


MALANG - Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang agung bagi umat Islam. Di bulan ini kaum muslimin menunaikan salah satu kewajiban mereka yakni Ibadah Haji sebagai salah satu rukun Islam. Di MTs Negeri 1 Kota Malang setiap Bulan Dzulhijjah juga rutin menggelar Manasik Haji. Sebagai pembelajaran bagi siswa sebelum melaksanakan ibadah haji yang sebenarnya.
Pada pertengahan pekan lalu, kegiatan manasik haji ini dilaksanakan oleh para siswa dengan tertib dan khusuk. Termasuk juga para guru yang ikut mendampingi selama  kegiatan. Semuanya semuanya menggunakan pakaian ihram.
Guru PAI MTs Negeri 1 Kota Malang, Akhmad Fauzi, M.Ag mengungkapkan ibadah haji mengandung makna yang besar. Hanyalah orang-orang yang mampu yang bisa melaksanakannya dengan baik.
"Mampu segalanya, baik materi, keilmuan, fisik dan mental," katanya.
Selama manasik berlangsung, siswa diajarkan tatacara ibadah haji mulai dari miqat ihram hingga tahallul. Agar kegiatan berlangsung efektif, maka digunakan sarana atau properti seperti replika Ka'bah, jumrah dan sebagainya.
Fauzi mengatakan, sarana pendukung manasik tersebut sangat penting, agar siswa memahami proses haji secara runtut.
"Sehingga nanti ketika diberikan kesempatan untuk haji mereka sudah mengerti," ungkapnya.
Seluruh siswa mengikuti tahapan manasik dengan tertib dan khusyu. Masing-masing membawa lembaran yang berisi doa-doa dan zikir yang dibaca selama pelaksanaan ibadah haji. Awalnya mereka dikumpulkan di Arafah untuk melaksanakan wuquf. Selama wuquf para 'jamaah haji' ini mendengarkan khutbah. Selanjutnya mereka ke muzdalifah dan ke Mina untuk melempar jumrah. Setelah itu, para siswa melaksanakan Thawah, sa'i dan tahallul.
Fauzi mengatakan, di sisi lain ibadah haji merupakan 'kongres' terbesar umat Islam. Seluruh umat Islam dari berbagai penjuru dunia bertemu di satu tempat untuk melakukan satu ibadah yang sama.
"Jutaan manusia berada di sekitar Ka'bah, mereka memang berbeda. Tapi bagi Allah perbedaan itu bukan dari fisik, melainkan tingkat ketaqwaannya," tegasnya. (imm/oci)