Master Orchid, Sepatu Musik Atasi Anak Hiperaktif


MALANG - Terapi musik untuk anak berkebutuhan khusus attention deficit/ hyperactivity disorder (ADHD) biasanya dilakukan di dalam ruangan. Dengan penemuan mahasiswa UM, terapi musik bisa dilakukan dimana pun. Lewat alat bernama Magic Shoes Therapy for ADHD Children (Master Orchid), kegiatan terapi musik jadi lebih menyenangkan. Alat ini berfungsi untuk mengurangi gejala hiperaktivitas pada anak ADHD.
Ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta “Master Orchid” Fia Nurfitriana mengungkapkan terciptanya alat ini berawal dari permasalahan anak ADHD yang mengalami kesulitan untuk fokus dan hiperaktif. Sehingga mengganggu anak tersebut dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti anak pada umumnya.  
“Produk ini dirancang agar adik-adik ADHD dapat lebih fokus dan mengurangi gejala hiperaktivitas yang dialami secara bertahap,” kata mahasiswa Psikologi itu.
Master Orchid menjadi alat terapi musik dengan sepatu sebagai medianya dirancang untuk mengurangi gejala hiperaktivitas pada anak tersebut. Tetapi, hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk berkembang menjadi alat terapi dengan berbagai fungsi yang lebih lengkap dan efektif ke depan.
Menurutnya, terapi musik selama ini hanya dalam bentuk CD (Compact Disk), sehingga anak ADHD bisa mendengarkan musik terapi di dalam ruangan saja. Menurutnya, hal ini kurang efektif. Mahasiswa kemudian memberikan alternatif solusi berupa sepatu yang dapat digunakan kapan pun dan dimana pun tanpa harus di dalam ruangan. Dengan begitu aktivitas anak tidak terganggu.
“Anak juga nyaman karena tidak merasa sedang diterapi,” bebernya.
Alat ini dirancang dengan sensor  penangkap gerak kaki anak sehingga menimbulkan bunyi musik yang didengarkan anak melalui headphone Bluetooth Wireless. Penggunaan headphone tipe ini dimaksudkan agar anak tidak terganggu dalam beraktivitas dan luwes bergerak.
Master Orchid adalah temuan mahasiswa dengan anggota tim Fia Nurfitriana dan Evita Rosyani Putri dari Fakultas Pendidikan Psikologi, dan dan Gempur Riadis dari Fakultas Pendidikan Teknik Elektro. Penelitian yang didanai Kemenristek Dikti ini juga dibimbing dosen Aryudho Widyatno S.Psi, M.A. (oci/adv)

Berita Terkait