Membahagiakan, Profesi Guru Tak Bisa Diukur Materi


BERGAUL dengan anak-anak di sekolah adalah kesenangan dan kepuasan yang tidak bisa ditukar dengan materi bagi Kepala SDIT Ahmad Yani Mutini, S.Pd. Sejak 1990, ia berkomitmen menjadi seorang guru yang mengemban tugas mencerdaskan anak bangsa. Sebagai kepala sekolah, ia selalu menanamkan kepada para guru nilai-nilai ketulusan dan keikhlasan dalam mendidik. 
Menurutnya, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang guru sebagai pengajar dan pendidik. Kriteria pertama yaitu Guru Mulus Ing Sariro. Artinya, seorang guru harus mementingkan penampilan,dan penampilan yang terbaik adalah etika yang luhur.
"Penampilan tidak hanya diukur dengan pakaian saja, tapi juga akhlak yang baik," ucapnya.
Kedua, alus ing wicoro. Selain sikap, perkataan guru harus sopan dan menyejukkan. Kata demi kata ditata dengan baik, jangan sampai terucap kata yang menyakitkan orang lain.
Selanjutnya, kata Mutini, Guru Jatmiko ing polah. Kehidupan guru menjadi teladan. Maka perilaku guru dari sejak bangun hingga tidur kembali harus mencerminkan akhlak yang mulia. Yang keempat, guru harus antep ing  pang budi. Yang berarti dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, harus tertanam tekat yang kuat. 
"Tekad besar seorang mendidik yaitu untuk mewujudkan generasi yang cerdas.  Tidak hanya akademik, tapi juga cerdas akhlaknya," terang mantan Kepala SDN Percobaan 1 ini. 
Mutini menuturkan, sebagai pendidik guru harus memiliki prinsip. Bahwa mereka sebagai guru harus membuat siswa aman, menyenangkan dan bermanfaat.
"Kalau ada guru yang kehadirannya membuat anak resah, itu bukan guru yang baik," kata dia. 
Menurutnya, tugas guru merupakan tugas mulia. Maka sebagai modal utama menjadi guru, yaitu syukur, jujur dan ikhlas.
"Guru profesi yang sangat luhur, kalau dijalankan dengan ikhlas akan menjadi indah," ungkapnya. 
Maka orientasi yang tepat menjadi seorang pendidik adalah akhirat. Karena tugas guru menanamkan keimanan, menghiasi akhlak dan menuntun siswa beribadah.  Selanjutnya, mengajarkan mereka dengan banyak ilmu pengetahuan. 
"Jadi kalau orientasinya pada materi, saya tegaskan untuk tidak menjadi guru," tandasnya. (imm/oci)

Berita Lainnya :