magista scarpe da calcio Peringati Bulan Bahasa, SMAN 8 Gelar Lomba Mendongeng


Peringati Bulan Bahasa, SMAN 8 Gelar Lomba Mendongeng


MALANG – Siswa SMAN 8 Malang memperingati Bulan Bahasa, yang dimulai sejak kemarin. Peringatan bulan bahasa bertema The Incredible Words of Wonder.” ini dilaksanakan selama tiga hari hingga Rabu (25/20). Seluruh siswa diwajibkan turut berpartisipasi, dengan mengikuti lomba membuat mading, lomba membuat cerpen, dan juga musikalisasi puisi.
SMAN 8 Malang juga turut mengajak siswa-siswa SD untuk turut memeriahkan. Lomba yang diadakan untuk siswa SD adalah lomba musikalisasi puisi, lomba mendongeng, mengeja Bahasa Inggris, pidato Bahasa Jawa, dan membuat puisi.
Ketua Panitia Bulan Bahasa SMAN 8, Alfanul Ulum mengatakan, sengaja ada beberapa bahasa yang digunakan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada para siswa di semua jenjang tingkatan. “Anak-anak SD dan SMA yang menjadi peserta nanti akan membawakan beberapa bahasa, yakni bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Kalau siswa SMAN 8 sendiri ingin mengalokasikan 5 bahasa yang dipelajari di sekolah juga tidak masalah,” kata dia.
Lima bahasa yang diajarkan di SMAN 8 adalah, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Jepang, dan Bahasa Jawa.
Dalam pelaksanaan lomba kemarin, peserta siswa SD mengikti mendongeng pada pagi hari. “Saya akan menceritakan dongeng kelinci dan beruang. Apa kalian sudah siap mendengarkan?” kata salah satu peserta lomba mendongeng dari SDN Kauman 1, Aulia Nanda.
Dialog yang disampaikan sangat interaktif, para penonton langsung menjawab, “Siap!”.
Siswi kelas 4 SDN Kauman 1 Kota Malang itu langsung mengambil boneka beruang dan kelinci. Dia lalu memberi prolog beruang yang sudah lapar membayangkan kelezatan daging kelinci. “Nyam . . . Nyam . . . Enak!” kata Aulia menirukan suara beruang.
Namun kelinci tidak habis akal agar tidak menjadi santapan beruang. Kelinci minta beruang berdoa sebelum makan. Saat beruang berdoa, kelinci melarikan diri. Beruang kaget karena merasa dibodohi mangsanya.
Dia berusaha mencari makanan lagi, namun tidak menemukan mangsa baru. “Pesan moralnya adalah jadilah anak yang cerdas agar tidak dibodohi orang lain,” tutur Aulia mengakhiri dongengnya.
Ketika diwawancarai, Aulia mengaku senang membawakan dongeng yang baru kali pertama ia bawakan ini. Ia tidak menargetkan untuk menang, namun ia senang bisa belajar di atas panggung untuk kali pertama dan mendapatkan tepuk tangan yang cukup meriah dari penonton. (sin/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang