Polinema Latih Mahasiswa Bangun Start Up


MALANG - Latih kemampuan dalam membangun ‘start up’ bagi mahasiswanya, Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Business English Exhibition. Gelaran tersebut mengarahkan siswa untuk menciptakan konsep sebuah perusahaan, kemudian harus dipresentasikan dengan menggunakan bahasa Inggris.
“Ini merupakan kegiatan internal, dan bagian dari kurikulum bagi mahasiswa semester 4 untuk membuat konsep sebuah perusahaan,” kata salah satu pengajar bahasa Inggris pada Jurusan Administrasi Niaga, Bambang Suryanto.
Menurutnya, kegiatan ini sudah rutin diadakan setiap tahun, dengan tujuan mendorong mahasiswa jurusan administrasi niaga, yang terdiri dari 14 kelas dalam mendorong insting berinovasi dengan konsep yang baik. Mulai dari struktur perusahaan, rancangan produk atau jasa yang ditawarkan, hingga sampai pada moto dan juga logo perusahaan.
“Sejak awal semester, mereka diperkenalkan bagaimana membuat struktur perusahaan hingga sampai pada logo dan moto perusahaan, yang terinspirasi dari perusahaan level internasional,” lanjut Bambang pada sela-sela giat pameran perusahaan tersebut.
Karena kegiatan berbasis pada mata kuliah bahasa Inggris, semua konsep yang dibuat mahasiswa harus menggunakan bahasa Inggris. Sebelumnya, karya mereka ini diseleksi terlebih dahulu, kemudian diambil 14 besar masing-masing pada tingkat D3 dan juga D4.
Konsep perusahaan yang  berhasil lolos, harus dipresentasikan pada gelaran English Business Exhibition di Gedung Pertamina Polinema (23/4). Giat ini dapat dikatakan sebagai simulasi dalam membuat sebuah ‘start up’ yang harus mengambil contoh dari perusahaan kelas internasional. “Melalui simulasi berbasis bahasa inggris ini, harapannya mereka bisa memahami terkait konsep perusahaan internasional,” imbuhnya.
Sementara itu, dari sejumlah tim yang berhasil lolos pada giat ini, terdapat tim yang mengusung tema perusahaan berbasis aplikasi. Aplikasi tersebut dirancang mirip dengan konsep ‘Go Food’ yang sudah marak saat ini, namun mereka menambahkan sejumlah inovasi agar layanannya menjadi lebih efisien.
“Kami membuat aplikasi penyedia jasa layanan antar makanan seperti ‘Go Food’, untuk lebih menghemat waktu bagi konsumen,” kata salah satu perwakilan tim Ade Rara.
Tim tersebut terdiri dari 5 orang, yang merancang sebuah aplikasi layanan dan dapat diunduh di playstore. Keseluruhan tim yang berhasil lolos kebabak pameran juga akan dipilih 3 besar terbaik, dan akan diberikan apresiasi oleh panitia. (mg3/udi)

Berita Terkait