Poltekom Terima Lima Mahasiswa Brunei


MALANG – Usai mengirim lima mahasiswa ke  Politeknik Brunei, kali ini giliran Poltekom menerima lima mahasiswa jurusan teknik telekomunikasi Politeknik Brunei. Kelima mahasiswa tersebut yakni Paribe, Fakhri Afif, Khir Afifi, Muhd Komarularitin, dan Abdul Muqsit memperkenalkan diri di depan rekan barunya di Polinema. Sekaligus membeberkan kesannya saat menginjak kota Malang pertama kali.
“Kota Malang ini meskipun sejuk, tapi juga macet. Saat malam masih saja ada mobil besar yang lewat. Kalau di Brunei sudah sepi,” ujar Ratibe Bin Haji Muhammad Effendy.
Ben, sapaan akrabnya mengaku kerap sekali warga Indonesia membunyikan klakson. Menurutnya, jika itu orang Brunei pasti kena marah. “Mungkin perhatian warga Indonesia  luar biasa bagus,” ungkapnya sambil tertawa.
Sementara itu, Direktur Poltekom, Dr Iskandar MT menuturkan program student exchange ini menjadikan Poltekom sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing pada 2025 dengan lulusan langsung bekerja sebelum wisuda. “Kami berupaya memperbaiki kualitas dengan mendukung program revitalisasi pendidikan vokasi yakni menambah jumlah Politeknik di Indonesia,” beber pria berkacamata ini.
Dengan mulai melakukan kolaborasi industri melalui blended kurikulum, rekruitmen, dual sistem pelaksanaan magang, teaching factory, serta kompetisi sertifikasi membuat Poltekom semakin kompetitif. Kerja sama dengan perguruan tinggi negeri di luar Indonesia juga terus digalakkan.
“Sebelumnya, Poltekom telah bekerja sama dengan Politeknik negeri Singapura. Kali ini bersama Politeknik Brunei dan Politeknik China serta Bangkok dalam program magang. Selanjutnya, Politeknik Malaysia pada bulan Juli, mendatang,” tuturnya.
Selain itu, Ketua Prodi D3 Teknik Telekomunikasi Poltekom, Herma Nugroho RAK ST MT menjelaskan, kelima mahasiswa Politeknik Brunei tersebut juga akan mempelajari bidang cakupan mulai dari jaringan komputer mempelajari basic, keamanan, dan desain manajeman jaringan. “Pada teknik jaringan komunikasi mahasiswa akan mempelajari manajemen optik, antena dan propagasi dengan dosen pengajar berpengalaman di bidang industri baik perubahan nasional maupun global. Mahasiswa harus praktek kerja industri pada semester tiga dan enam,” paparnya.
Assistant Director Politeknik Brunei, Alias Bin Haji Abu Bakar didamping Head of School of Science and Engineering Dr Tang Shi Siong mengharapkan lima mahasiswanya mampu menjalani training dengan baik. Ke depan Politeknik Brunei dan Poltekom harus saling mempromosikan diri sebagai partner internasional dengan projek yang seimbang.
“Tentu ke depan akan dikembangkan dalam projek berikutnya, termasuk projek mahasiswa yang membangun kemajuan, berupa pertukaran pelajar, pertukaran dosen, dan penelitian,” pungkasnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...