Program Jumat Berdakwah Digelar Tiap Bulan Sekali, Siswa Bergiliran Jadi Pendakwah


JUMAT berdakwah yang digalakkan SMPN  6 Malang menjadi ajang pengembangan kompetensi bidang keagamaan. Siswa yang ditunjuk digilir per kelas, mereka diberikan kebebasan mengambil materi apa saja yang akan disampaikan. Kata-kata juga diolah sendiri dengan bahasa yang mudah dipahami, baik oleh teman-temannya maupun para guru.
Seperti Jumat lalu, siswa kelas VIII-2 SMPN 6 Malang, Ferdhant Arya Exshandy, dalam dakwahnya menyampaikan, sebagai umat islam wajib hukumnya melaksanakan ibadah wajib dan sunnah, khususnya salat lima waktu. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, oleh karena itu ada anjuran tertentu yang wajib dipatuhi.
“Kewajiban mengerjakan sholat menjadi sangat penting bagi umat islam untuk dilaksanakan. Bahkan untuk urusan ini kita wajib menyegerakannya dan tidak boleh menunda-nunda,” ujar Ferdhant.
Ia melanjutkan, orang yang melaksanakan ibadah karena Allah SWT akan mendapatkan hikmah-hikmahnya. Diantaranya tidak syirik, memiliki ketakwaan, terhindar dari kemaksiatan, berjiwa sosial, tidak kikir, merasakan keberadaan Allah SWT, meraih martabat, terkabul doa-doanya, banyak saudara, jujur, berhati ikhlas, dan disiplin.
“Salah satu yang terpenting yakni adanya ketakwaan dalam diri kita. Karena taqwa kita kepada Allah SWT bisa membatasi diri kita berbuat dosa, menjauhi segala larangannya seperti menggunakan narkoba dan dan berbohong serta menaati perintahnya yakni berbakti kepada orang tua dan kepada guru” papar Ferdhant.
Masih dalam ceramah Ferdinant menyebutkan, ada dua alasan manusia bertakwa kepada Allah SWT yakni karena cinta atau takut. Ibadah dengan dasar cinta biasanya muncul setelah seseorang tersebut merasakan kemurahan dan keindahan-Nya. Sedangkan ibadah orang takut itu dilaksanakan sebagai kewajiban bukan kebutuhan, sehinga ketika melaksanakan ibadah seperti sholat muncul rasa tidak ikhlas dalam dirinya.
Sementara itu, siswi kelas VIII-5, Alyaa’ Nuha Al-Hanuun, menyampaikan tema Isra Miraj yang merupakan dua perjalanan Nabi Muhammad SAW, yakni perjalanan malam hari dari Masjidil Haram menuju Masjidil Al Aqsa, kemudian dilanjutkan menuju langit ke Sidratul Muntaha dengan tujuan menerima wahyu Allah SWT.
“Peringatan Isra Miraj di tengah-tengah umat islam sebaiknya digunakan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Alyaa’.
Isra Miraj, lanjutnya, sekaligus menjadi sebuah kesempatan untuk mengisi usia yang diberikan dengan kegiatan bermanfaat yang mendatangkan pahala, salah satunya dengan shalat. Dengan mengerjakan salat maka akan mendapatkan keistimewaan seperti dosa-dosa kecil yang dilakukan akan dihapus dan diampuni oleh Allah SWT.
“Karena salat adalah kesempatan emas yang bisa jadi tidak datang lagi,” ungkap Alyaa’.
Sementara itu, kepala SMPN 6 Malang, Risna Widyawati, S.Pd, mengatakan, Jumat Berdakwah yang diadakan setiap bulan oleh sekolah bertujuan untuk menambah wawasan, baik yang jadi pengisi materi maupun yang mendengarkan. Selain itu, mengembangkan kompetensi siswa dibidang keagamaan serta meningkatkan keberanian tampil di hadapan umum.
“Kegiatan ini juga salah satu wujud dari pendidikan karakter, meskipun dalam waktu dekat belum berdampak langsung bagi siswa,” kata Risna.
SMPN 6 Malang selalu berusaha memberikan penguatan pendidikan karakter baik itu yang melalui para guru maupun siswa. Dengan adanya jumat berdakwah ini siswa lebih mudah menyerap materi yang disampaikan karena pemberi materi menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
“Kegiatan ini akan terus dilaksanakan, karena memang tujuannya positif dan dampak bagi siswa juga sangat baik meskipun tidak bisa dilihat saat ini. Ke depan, harapannya apa yang disampaikan oleh teman yang berdakwah bisa diingat serta diterapkan dalam kesehariannya,” pungkas Risna. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :