Ramu Kunyit dan Kemiri, Wakili Indonesia ke Abu Dhabi


MALANG - Satu lagi karya inovatif diciptakan oleh Laboran Lab Biologi Terapan SMKN 6 Malang Sulaiman Sulang, S.S.  Kali ini karya yang diciptakannya di bidang obat-obatan. Dari banyak pengalaman selama dirinya masih kanak-kanak hingga saat ini,  Sulaiman berhasil menciptakan obat patah tulang dan keseleo. 
Pengalaman yang diperkuat dengan eksperimen ini telah dituangkan dalam sebuah karya tulis ilmiah. Dan hebatnya, naskah tersebut berhasil lolos dalam seleksi Indonesian Young Science Association (IYSA).
Dengan demikian,  Sulaiman bersama seorang siswanya, akan masuk ke sesi presentasi mewakili Indonesia di ajang Expo Science International (ESI), pada tanggal 24 sampai 26 September  mendatang di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.
Ditemui Malang Post,  Sulaiman mengungkapkan rasa senangnya bisa membawa SMKN 6 Malang untuk kembali berkompetisi di ajang internasional. Setelah beberapa waktu lalu siswanya mampu membawa medali perunggu dari Malaysia di bidang pemanfaatan limbah untuk struktur bangunan, kali ini ia bersama siswanya akan berlomba di bidang kesehatan.
“Medali sebelumnya menjadi motivasi kami untuk melahirkan ide-ide kreatif lainnya untuk bersaing di tingkat dunia,” ujarnya. 
Tidak membutuhkan waktu atau biaya yang besar untuk membuat obat tersebut. Hanya butuh bumbu dapur kunyit dan kemiri, ia bisa menciptakan obat keseleo dan patah tulang ringan. Mungkin banyak orang tidak menyangka,  kalau bumbu dapur yang akrab di keseharian masyarakat ini mempunyai khasiat begitu besar. Namun pada kenyataannya,  Sulaiman telah membuat ramuan sederhana yang mampu mengobati banyak penderita sakit tulang. 
Sulaiman menjelaskan, kunyit dan kemiri merupakan sebagian dari hasil bumi Indonesia yang melimpah. Setiap orang dapat dengan mudah mendapatkan bumbu dapur ini. Selain sebagi rempah-rempah,  kunyit juga populer dijadikan bahan jamu tradisional. Terutama oleh masyarakat jawa. Namun kali ini, oleh Sulaiman kunyit disandingkan dengan kemiri.
Kedua bahan ini diparut dan digoreng hingga panas. Saat masih panas itulah bahan yang bercampur minyak goreng ini ditempelkan atau dikompreskan ke area tubuh yang sakit.
“Khasiatnya luar biasa sekali untuk mengobati keseleo dan patah tulang ringan,” ucapnya. 
Sulaiman telah beberapa kali berhasil mengobati hingga sembuh penderita patah tulang. Baik rekan kerjanya di sekolah atau tetangganya.
Ide kreatif ini ia dapatkan dari banyak pengalamannya sejak kecil. Pria kelahiran Flores ini, sering mengalami keseleo. Banyak temannya di flores yang juga mengalami patah tulang karena kecelakaan dan berolahraga. “Sudah menjadi kebiasaan kami di Flores menggunakan obat alternatif ini untuk mengobati patah tulang. Ramuan ini kami peroleh secara turun temurun dari kakek nenek kami,” ungkapnya. 
Ia berharap obat luar alternatif tersebut dapat dijadikan referensi oleh masyarakat. Sehingga untuk penanganan patah tulang maupun keseleo tidak perlu biaya yang mahal untuk berobat. Penggunaannya pun praktis dan sederhana. 
Selain itu, lanjut Sulaiman, masyarakat bisa belajar memanfaatkan kekayaan alam yang ada di lingkungan sekitar. Kunyit dan kemiri bisa diteliti lebih jauh dengan riset yang lebih mendalam. “Saya berharap ini menjadi cara alternatif bagi masyarakat. Sebab ternyata kunyit juga bisa dijadikan obat luar tubuh, dengan kandungan dan segala macam khasiatnya,” terang dia.
Kini, untuk mempresentasikan karyanya di publik internasional, Sulaiman butuh bantuan dari berbagai pihak sebagai sponsor. Diantaranya ia berharap andil dari pemerintah kota maupun provinsi.
Biaya ke Abu Dhabi sangat besar. Tidak mungkin dengan biaya mandiri. Sementara sekolah tidak ada anggaran untuk program tersebut.
“Oleh karena itu kami butuh bantuan dari pihak yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan,” tukasnya. 
Sementara itu, Leonardo  Benito M. siswa yang mendampingi Sulaiman sudah merasa senang bisa mewakili sekolahnya untuk kembali berlomba di tingkat internasional. Medali perunggu yang didapatnya di Malaysia belum cukup memuaskan.
“Saya akan belajar banyak dari Pak Sule (Sulaiman), agar bisa mendapat medali emas di Abu Dhabi,” ucap siswa kelas XI ini.  (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :