Seberapa Greget Kreativitasmu Untuk Generasi Qurani


MALANG - Akhir pekan lalu, SDIT ahmad Yani sukses menggelar acara Gebyar Lomba Prestasi Anak Muslim 2019. Dalam even besar tersebut, tema yang diangkat yaitu Seberapa Greget Kreativitasmu Untuk Generasi Qurani. Tema itu tertulis jelas di background panggung, agar bisa dilihat dan dibaca oleh seluruh yang hadir dalam acara tersebut.
Kepala SDIT Ahmad Yani,  Mutini,  S.Pd mengungkapkan,  tema tersebut ditujukan kepada semua pihak.  Baik guru, siswa, orangtua ataupun peserta lomba.
"Aktivitas itu dimulai dengan greget. Dan itu harus ditumbuhkan oleh penyelenggara pendidikan," katanya.
Mutini menegaskan, penyelenggra pendidikan tidak hanya guru di sekolah.  Tetapi orang tua yang juga punya andil besar akan berhasilnya proses pendidikan.
"Jangan lupa guru yang pertama dan utama adalah orang tua," tegasnya.
Adapun generasi qurani dalam tema tersebut, merupakan simbol generasi islam yang berpegang teguh pada ajaran agamanya dan hidup dengan berpedoman pada Alquran dan Sunnah. Maka dalam hal ini,  Mutini berharap kerjasama yang baik dengan orang tua dalam menghantarkan putra-putri mereka untuk dekat dengan Alquran. Dan mampu mengimplementasikan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari. "Upaya itu yang akan mengantarkan anak pada kesalehan," ujarnya.
Di era berkemajuan saat ini, Akhlakul Karimah diharapkan menjadi inspirasi bagi guru dan siswa. Karena tidak ada tawaran lain untuk menjamin bangsa Indonesia menjadi maju di masa yang akan datang,  melainkan akhlakul karimah.  
Maka semboyan SDIT Ahmad Yani, menjadi motivasi bagi setiap warganya untuk memetingkan etika.
"Prestasi memang penting, tapi bukan yang terpenting. Yang paling penting akhlakul karimah,  saleh dan salehah," tutur Mutini.
Sebab kata dia,  pendidikan yang tidak disandarkan pada etika akan merusak.  Otak pintar tanpa diimbangi dengan karakter yang bagus,  akan memunculkan mudarot.
"Sudah terlalu banyak contoh yang nyata di mata kita,  betapa negeri ini punya banyak orang pandai,  tapi justru merusak. Alasannya tidak lain karena akhlak," tandasnya.
"Maka kami ingin anak-anak kami sebagai calon pemimpin agama dan bangsa, memiliki dasar yang kuat dari sisi akademik dan akhlaknya," sambungnya.
Greget guru SDIT ahmad Yani dalam membangun pondasi iman dan akhlak melalui pemahaman Alquran dan Sunnah. Pendidikan melalui sumber syariat Islam ini,  ditanamkan selama enam tahun. Dengan membiasakan pada anak didik kebiasaaan yang mencerminkan akhlak yang luhur.
"Memang tidak mudah.  Butuh proses.  Itu yang kami maksud dengan greget dalam membangun generasi qurani," jelasnya. (imm/oci)