Serunya Permainan Tradisional dari Berbagai Negara


MALANG - Suasana Jalan Cempaka, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang berbeda dibandingkan dengan hari biasanya. Jumat (8/3) pagi, puluhan anak-anak berteriak antusias mengikuti permainan tradisional. Uniknya, dalam setiap permainan ada turis asing yang terlibat dan membuat suasana menjadi semakin meriah.
Permainannya pun beragam, seperti permainan hmmm dari Vietnam, cat and mouse dari Jerman, Tissue Catcher dari Turki, Spijkerpoepen dari Belanda, Darum sanga koronda dan Nininbaori dari Jepang.  Salah satu volunteer dari Jepang, Yui mengajak anak-anak untuk bermain Nininbaori. Dua orang menggunakan jas besar. Orang yang berada di depan bertindak sebagai kepala, sementara yang di belakang bertindak sebagai tangan. Keduanya kemudian berjalan menuju sebuah meja yang berisi makanan. Ketika sampai, orang yang berada di belakang menyuapi temannya yang berada di depan tanpa melihat. Permainan tersebut berlangsung seru. Ada yang tidak bisa menyuapi temannya, tak sedikit pula yang berhasil.
Bendahara Ruang Belajar Aqil, Andi Ega Wijaya mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan AISEC dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk mengajarkan anak-anak mengenal permainan tradisional dari masing-masing negara.
"Ada yang dari Jerman, Turki, Jepang hingga Vietnam. Total ada sekitar 9 relawan dari mancanegara," terang dia kepada Malang Post.
Melalui permainan tradisional menurutnya, 50 anak PAUD bisa mengenal budaya lebih luas. "Mereka bisa mengenal permainan tradisional dari negara lain. Anak-anak sangat antusias mengikuti permainan ini," kata pria yang akrab disapa Ega itu.
Salah satu anak,  Raditya Ardi Widigda, (10) merasa antusias dengan permainan tersebut. "Seru banget, main permainan tradisional. Meskipun agak capek, soalnya kejar-kejaran," ujarnya.
Radit mengaku, ia mengikuti semua permainan yang ada. Permainan yang paling seru adalah permainan hmmm dari Vietnam. "Jadi itu ada dua grup. Awalnya suit dulu, siapa yang menang, dia yang kejar. Kalau kena, dia jadi tawanan dan timnya membebaskan. Seru banget," jelas Radit.
Menurutnya, bermain permainan tradisional lebih seru dibandingkan dengan main gadget. "Saya jarang main gadget. Lebih suka main diluar. Ya kaya gini," jelasnya.
Dengan adanya permainan tersebut, ia mengaku bisa mempelajari mainan tradisional dari negara lain. "Jadi bisa belajar juga, gimna serunya. Ternyata tidak hanya disini aja punya mainan tradisional, di negara lain juga," tandas dia.(tea/aim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :