Siapkan Beasiswa Santri Penghafal 10 Juz



MALANG - Sejak 2009, program beasiswa santri berprestasi (PPSB) dari Kemenag terus diminati camaba lulusan pesantren. Meski penerima hanya dibatasi untuk 20 mahasiswa saja, hampir setiap tahun 100 peminat PPSB bersaing merebut beasiswa ini.
"Penerima PPSB mendapat bebas biaya pendidikan dan uang saku sebesar Rp1 juta setiap bulan. Hanya UIN yang menambahkan syarat penerima harus menghafal Alquran sebanyak 10 juz," ujar Kabag Kemahasiswaan UIN Maliki, Abdul Aziz kepada Malang Post.
Sama seperti program bidikmisi, pendaftar PPSB juga harus melalui proses seleksi, lanjut Aziz. Seleksi diawali dari verifikasi berkas dan ujian berbasis komputer, termasuk seleksi hafalan Alquran.
"Nanti untuk awal masuk, pendaftar harus hafal 10 juz. Selanjutnya dilakukan pendampingan agar setelah lulus ditargetkan mahasiswa dapat menyelesaikan 30 juz hafalan," tegas Aziz.
Khusus di UIN Maliki, PPSB diimplementasi dengan penambahan dan syarat penerima yang harus berasal dari lulusan pesantren dan sekolah madrasah aliyah swasta. Hal ini memberi kesempatan pada lulusan terbaik pesantren yang benar-benar membutuhkan serta ditunjang dengan adanya pembinaan setoran hafalan Alquran.
"Terkadang lulusan pesantren kurang memperhatikan pendidikan formal, padahal mereka memiliki potensi yang luar biasa. Sebab, kita ketahui beberapa lulusan pesantren juga banyak yang menjadi tokoh," ungkapnya.
Terdata setiap tahun ada 100 orang pendaftar dan terus bertambah untuk beasiswa PPSB ini. Bahkan, juga ada pendaftar PPSB yang masuk jurusan kedokteran. Pendaftar PPSB berasal dari 25 provinsi di Indonesia dan ratusan mahasiswa tak lolos seleksi beasiswa ini.
"Tahun lalu ada dua orang mahasiswa kedokteran yang juga penghafal Alqur'an dan tahun ini sepertinya juga ada," ulas Aziz.
Sementara itu untuk program bidikmisi tahun ini kuotanya hanya untuk 200 mahasiswa saja. Dengan minimnya kuota bidikmisi tersebut, tentu seperti tahun-tahun sebelumnya mahasiswa yang mengajukan bidikmisi mulai angkatan 2014-2017 masih banyak waiting list.
"Terdapat ribuan peserta yang belum diterima bidikmisi karena tidak sesuai dengan persyaratan. Sementara ratusan yang waiting list. Bidikmisi itu ada proses seleksi alam, sehingga mereka yang waiting list akan diakomodasi melalui bidikmisi pengganti," tutup Aziz. (ita/oci)

Berita Lainnya :