UMM Buka IPV Dengan Lima Keahlian

Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd (kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution (tengah) seusai acara Kuliah Umum, kemarin. 
 
 
 
MALANG– Institut Pendidikan Vokasi (IPV) menjadi langkah strategis bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menghadapi industry 4.0.  Dengan tagline creating moment, progressing talent, IPV nantinya memiliki visi pelopor dalam pemajuan talenta serta melayani mulai dari masyarakat umum dewasa, anak-anak lulusan SMA/SMK dan juga civitas akademika UMM sendiri.
UMM mengawali IPV tersebut dengan membuka 5 sekolah bidang keahlian yakni Desain dan Media, TIK dan Elektronika, Bisnis dan Manajemen, Kesehatan dan Hospitality, serta Agribisnis. Kelima sekolah keahlian ini akan dibangunkan gedung seluas 20 hektar di wilayah Karang Ploso, Kabupaten Malang.
“Sebagai perguruan tinggi yang berkemajuan, UMM harus mengambil peran kepeloporan untuk memastikan bahwa hadirnya Industry 4.0 benar-benar akan mensejahterakan masyarakat,” ujar Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd.
Lebih lanjut, apabila kelima IPV ini sudah terlihat kemajuannya, UMM tentu akan terus mengembangkan juga menambah sekolah bidang keahlian lainnya yang memang benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan keinginan atmosfer pasar kerja. Hadirnya IPV ini ditujukan untuk memberi kesempatan kapan saja dan kepada siapa saja untuk menambah dan meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap sesuai dengan talenta dan minatnya. “Sehingga mampu mengambil peluang menjadi pelaku utama dalam Making Indonesia 4.0, seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” terang Fauzan.
Sejalan dengan tekad UMM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, dalam era industri 4.0 sumber daya manusia (SDM) menjadi aspek penting untuk dikembangkan. Salah satunya dengan meningkatkan pendidikan vokasi.
“Wujud dari pendidikan vokasi di berbagai bidang, bisa dilihat dari perkembangan kurikulum, juga mengikutsertakan industri- industri kecil agar lebih maju. Paling penting, bisa merubah konsep menjadi praktek,” ungkap Darmin.
Perubahan kurikulum perlu didukung dengan ketersediaan guru produktif melalui pengadaan Training of Trainer (ToT) dari guru adaptif serta normatif menjadi produktif. Ini juga bisa didapatkan dari industri melalui kebijakan penyetaraan.
Sedangkan untuk meningkatkan skill, siswa perlu di magangkan ke industri agar dapat mempelajari etos dan dunia kerja secara langsung. Selain itu juga diperlukan membuka jurusan yang relevan dengan trend perkembangan zaman. “Untuk itu keterlibatan industri juga diperlukan, misalnya untuk memberikan pembelajaran langsung di kelas,” pungkasnya. (lin/udi)
 

Raih Juara Musabaqoh Hifdzil Quran

Muhammad Rouf Al-Kayyis dan Alifia Aidha Firdaus berama guru SMPIT As-Salam. 
 
Siswa SMPIT As-Salam
MALANG- Dua siswa SMPIT As- Salam meraih juara dalam lomba Musabaqoh Hifdzil Quran tingkat Malang Raya. Mereka adalah Muhammad Rouf Al-Kayyis dan Alifia Aidha Firdaus.

Seru, Belajar Reptil Dan Dikunjungi Sinterklas

Para siswa tampak antusias mengamati berbagai macam reptile di hari terakhir class meeting.
 

Class Meeting Di SDK Mardi Wiyata 2
MALANG - Suara siswa mendadak bergemuruh saat Sinterklas tiba-tiba memasuki lapangan sekolah. Lengkap dengan kereta anjingnya sang Sinterklas menyapa siswa yang saat itu tengah serius menyaksikan atraksi beberapa ekor anjing. Para siswa tampak antusias menyambut kedatangannya yang membawa bermacam kado sebagai hadiah. 

Berita Terkait

Berita Lainnya :