Ribuan Pelajar NU Tuntut Kemerdekaan Palestina


MALANG - Sedikitnya 2.000 pelajar melakukan aksi untuk Palestina, Sabtu (16/12/17). Mereka berasal dari lima sekolah yang bergabung meramaikan aksi. Start pukul 08.00 WIB, para pelajar bergerak dari Jalan H Mustofa menuju Lapangan Asrikaton. Setelah sebelumnya diberangkatkan koordinator aksi Salim Alifin, MH. Sepanjang jalan mereka menyanyikan lagu Subhanol Waton. Aksi ini pun mengundang antusias warga sepanjang jalan yang dilewati.
“Ini adalah bagian dari pembelajaran sejarah bagi siswa kami, ini adalah aksi kami untuk seruan kemerdekaan Palestina,” ungkap Waka Kesiswaan SMP NU Pakis, Agus Hariadi S.Pd.
Aksi berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif dari warga. Meski ada ribuan yang turun jalan, namun tidak sampai menimbulkan kemacetan di sana. Sebab, menurut Agus, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil Pakis. Para peserta aksi terlihat bersemangat meski harus berjalan kaki.

Asah Soft Skills, Tampilkan Ragam Bakat Siswa


MALANG - Menutup akhir semester kali ini, MTS Muhammadiyah 1 Malang (MATSAMUTU) memberikan rapor siswanya dengan cara yang berbeda. Jika biasanya penerimaan rapor hanya dilakukan di dalam tiap-tiap kelas saja, Matsamutu justru sekaligus menggelar pentas seni yang disuguhkan untuk para orang tua wali murid, Sabtu (16/12).
Panggung pentas seni akhir semester Matsamutu menjadi saksi bakat-bakat terbaik siswa di sana. Beragam kehebatan siswa dalam hal non-akademis ditampilkan, seperti tari tradisional dan modern, nasyid, pencak silat tapak suci, teater berbahasa arab, pidato dan paduan suara. Dengan diadakannya pentas seni tersebut tentu para orang tua wali murid dapat melihat secara langsung hasil dari pembelajaran ekstrakurikuler yang selama ini ditekuni disekolah.

Memaknai dengan Kritik Sastra


MALANG - Tidak banyak orang yang menghargai karya sastra. Karya sastra, selama ini hanya asal dibuat sebagai karya tanpa tahu maknanya. Hal inilah yang menarik Yusri Fajar M.A., dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB). Ia mengumpulkan berbagai jenis karya sastra yang kemudian dibukukan sebagai kumpulan artikel kajian sastra berjudul "Sastra Melintasi Batas dan Identitas".
Mengumpulkan karya sastra adalah salah satu cara bagi dia untuk tetap berkarya, dengan menghargai hasil karya orang lain. Tak sekadar mengumpulkan, ia juga menganalisis kritis karya tersebut.

Berita Terkait

Berita Lainnya :