Permendikbud Berlakukan Zonasi 100 Persen

MALANG - Penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) oleh pemerintah merupakan upaya mempercepat pemerataan di sektor pendidikan. Zonasi merupakan rangkaian kebijakan yang utuh, terintegrasi, dan sistemik dari upaya melakukan restorasi di sektor pendidikan.
Sistem zonasi oleh Mendikbud merupakan satu bentuk penyesuaian dari sistem rayonisasi. Rayonisasi lebih memperhatikan pada capaian siswa di bidang akademik, sementara sistem zonasi lebih menekankan pada jarak atau radius antara rumah siswa dengan sekolah. Dengan demikian, maka siapa yang lebih dekat dengan sekolah lebih berhak mendapatkan layanan pendidikan dari sekolah itu.

Di Kota Malang, sistem zonasi dinilai telah berjalan dengan baik.

Zonasi Perlu Komunikasi, SMK Makin Seksi

MENEMPUH pendidikan di sekolah terdekat yang kualitasnya bagus, siapa yang tidak mau. Sejak diberlakukannya kebijakan zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB), kenikmatan tersebut bisa dirasakan para orang tua. Mereka tak perlu lagi dag dig dug karena harus menunggu pergeseran nilai ujian nasional (UN) di sistem online PPDB. Sebab, anak-anak mereka sudah dijamin masuk ke sekolah yang berada di zona kelurahan dimana ia tinggal. Contohnya saja SMPN 3 Malang, salah satu sekolah favorit yang berada di kelurahan Klojen Kota Malang. Untuk bisa menikmati kursi di sana, siswa harus mengantongi nilai rata-rata UN 9. Jika tidak, jangan harap bisa diterima. Tapi kenyataan itu berbeda sejak dua tahun terakhir ketika PPDB Zonasi gencar dilakukan. Anak-anak yang nilanya pas-pasan 7 bahkan 6, bisa melenggang di kursi sekolah tersebut. Asalkan mereka tinggal di kelurahan yang berada di zona SMPN 3. Karena kebijakan itu pula, kini banyak anak yang pulang pergi sekolah cukup dengan jalan kaki saja. Irit di ongkos.

Kembangkan Potensi 138 Desa di Malang Raya

MALANG - Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang harus bisa membantu mewujudkan apa yang menjadi mimpi dari warga desa.

Berita Terkait

Berita Lainnya :