Amazing Images of Women


Aliran fotografi Women Portrait sedang naik daun akhir-akhir ini. Banyak media sosial menyuguhkan foto dengan wajah wanita-wanita cantik dengan tone yang cinematic. Dengan efek bokeh yang maksimal, membuat detail wajah semakin jelas,semakin membuat foto makin tampak indah untuk dilihat. Beberapa pegiat fotografi berlomba-lomba untuk menyuguhkan foto terbaik, dengan preset-preset editing yang terdapat dalam berbagai aplikasi. Seperti Adobe Lightroom, Adobe Photosop, VSCO, dll. Menekuni fotografi Women Potrait bukan hal yang mudah. Para fotografer harus bisa membuat foto yang dapat menggambarkan sifat otentik dari subjek foto. Biasanya para fotografer mengenali latar belakang dari talent yang bakal di capture. Serta, menggunakan properti-properti tambahan yang menguatkan karakter dari wanita yang bakal .
“Women Potrait itu tentang capturing expression, gesture, body language. Khusus untuk wanita. Dan terdapat cerita dari wanita yang dituangkan melalui visual, yaitu foto,” jelas Rika Farida, pegiat Women Potrait.
Wanita yang akrab dipanggil Rika ini mulai menekuni foto sejak tahun 2016. Dirinya mengaku banting setir dari Street Photography menuju ke Women Potrait. Dikarenakan circle yang dialami dalam hidupnya, ia sering menjadi pendengar dari keluh-kesah orang lain. Untuk menambah kesan emosional, biasanya ia tuangkan melalui karya foto. Seolah-olah hasil jepretan dari foto tersebut bisa berbicara, sesuai realita yang dialami oleh subjek dalam foto.
“Pertama, aku menekuni fotografi ini karena memang passionku. Kedua, aku bisa mengekspresikan, menyalurkan, menyuarakan isi hati dari wanita yang ada di sekitarku. Sejauh ini juga bisa menghasilkan duit,” ungkapnya.
Menurut pemilik akun Instagram dengan nama lilqueenr yang memiliki followers sekitar 19 ribuan ini, banyak keuntungan yang bisa diraih dari fotografi Women Potrait. Salah satunya bisa mendengar berbagai cerita dari banyak wanita. Dari pengalaman sharing with other tersebut, membuat ia menjadi lebih berhati-hati, dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan. Khususnya, dengan menggunakan sudut pandang wanita. Selain itu, juga bisa mendapatkan penghasilan. Karena banyak produk-produk iklan yang menggunakan konseptual wanita, sebagai bahan untuk iklan. Keren banget ya guys!
Dimas Kurnia Pradana, mahasiswa asal Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya menekuni Women Potrait sejak tahun 2015. Berawal dari hobi memotret objek manusia sejak SMP. Tapi, bukan model-model beken yang menjadi sasaran. Dirinya lebih memotret dengan cara paparazzi. “Aku menekuni Women Potrait ini karena menganggap tiap-tiap manusia memiliki keunikan. Maka dari itu, aku ingin abadikan karakter dari mereka. Karena pada dasarnya, fotografi potrait adalah memunculkan karakter dari seseorang,” katanya.
Sama halnya dengan Rika tadi. Banyak keuntungan menekuni aliran fotografi Women Potrait. Bisa membuat dirinya bisa mengenal banyak orang baru. Bisa menemukan berbagai orang yang mempunyai karakter beragam. Menurutnya, dengan fotografi portrait juga bisa menghasilkan profit yang menjanjikan. Karena bisa merambah ke aliran fotografi produk, fashion, hingga pre-wedding. Dirinya juga menambahkan, bahwa dengan adanya media sosial seperti Instagram yang sedang hype saat ini, bisa memudahkan untuk sarana promosi karyanya.
“Memotret potrait itu tidak sembarangan ya ‘Oh dia cantik, gua foto dah’. Tidak asal begitu juga.  Aku biasanya mengenali dari cara menata feed dan caption di Instagram. Agar karakter yang ingin dituangkan melalui foto jadi lebih bagus. Kita juga harus bersikap baik, ketika mau menata pose model, tidak boleh asal nyosor,” jelasnya.
Dari sudut pandang model sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Devina Christabela, genzier asal SMK Cor Jesu ini. Mengaku cukup terbantu dengan adanya aliran Women Potrait ini. Karena bisa menjadi ruang khusus bagi wanita untuk berekspresi.
“Women Potrait bisa menjadi ruang buat para perempuan untuk membagikan perasaan yang tidak bisa disuarakan. Akan tetapi bisa disalurkan melalui mood dalam foto,” tukasnya. (*/oci)

Berita Terkait