Asiknya Jadi Aktivis


MALANG - Menjadi aktivis organisasi memang memiliki kebanggan tersendiri bagi sebagian orang. Mampu menerima ilmu lebih di luar kelas dan dapat menerapkan secara langsung adalah salah satu keunggulan berorganisasi. Selain ilmu dan pengalaman yang diterima, anak memilih untuk beroroganisasi biasanya sadar, bahwa pengetahuan kognitif aja nggak cukup untuk masa depannya nanti.
Salah satu aktivis organisasi asal SMAN 1 Malang, Hanifah Ayu Putri Salsabila mengungkapkan alasannya aktif berorganisasi sejak kelas 7 SMP. Menurutnya, aktif di organisasi membuatnya lebih mudah untuk membentuk dan menentukan jati diri dengan baik, serta mampu memperoleh berbagai pengalaman berharga yang nggak pernah ia dapatkan selama ini di kelas.
"Ketertarikanku di organisasi terisnpirasi dari kakak yang begitu asik dengan kesibukan organisasinya. Selain itu wawasannya sangat luas terutama saat bergaul dengan orang baru. Sejak itu aku berniat untuk coba ikut organisasi dan ternyata aku memang mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang nggak diberikan oleh guru di dalam kelas," jelas ketua putri Pramuka tersebut.
Selain ilmu yang didapatkan sangat beragam, Hanifa mengaku lewat organisasi ia belajar untuk bersosialisasi dengan berbagai karakter orang.  "Mempelajari karakter orang itu sangat penting dan nggak mudah. Dibutuhkan pengalaman dalam waktu yang cukup panjang untuk bisa menguasai hal tersebut. Lewat organisasilah kemampuan tersebut bisa kita asah dan kita tingkatkan," pungkas siswa kelas 12 tersebut.
Menjadi aktivis organisasi memang penting ya gengs, apa lagi jika kita bisa memberikan manfaat kepada banyak orang di sektar lewat ilmu yang telah kita terima di kelas. So jangan takut untuk berorganisasi ya.
Meski memiliki segudang manfaat, tapi nggak semua GenZier berminat jadi aktivis dan bergelut di organisasi loh. Ada GenZier yang fokus belajar karena punya mimpi jadi bintang kelas, atau bahkan bintang sekolah.
Nggak jarang dari mereka banyak menghabiskan waku untuk membekali diri dengan berbagai keterampilan dan juga kemampuan. Mulai dari musik, olahraga bahkan terampil menguasai berbagai bahasa. Demi prestasi tersebut banyak lho gengs yang setiap harinya rela nambah waktu belajarnya dengan ikut bimbel maupun kursus lainnya. Nggak tanggung-tanggung, ada yang sampai ikut tiga kursus dalam seminggu. Wow luar biasa ya.
Salah satunya adalah Anggi Nadlofatul Qolbi. Demi menjadi siswa terbaik di jurusannya, siswa SMKN 1 Malang tersebut rela menambah waktu belajarnya dengan ikut les privat untuk materi akuntansi.
"Selain tuntutan dari orang tua, aku memang ingin muncul sebagai salah satu terbaik dijurusan. Apalagi di SMK kan ada event bergengi LKS (Lomba Kompetensi Siswa) yang menjadi impian setiap anak SMK. Jadi kalau cuma mengandalka pelajaran di kelas aja aku akan sulit unggul dari teman-teman lainnya," jelas siswa jurusan Akuntansi tersebut.
Meski sudah menggembleng dirinya dengan materi yang sesuai dengam jurusannya, Anggi ternyata belum puas sampai di situ saja lho gengs. Dia masih berambisi untuk menguasai bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Demi hal tersebut Anggi kembali rela meluangkan waktunya untuk les tiga kali dalam seminggu. Karena jadwal kursusnya yang begitu padat, ia mengatakan setiap harinya selesai sekolah langsung pulang, tanpa pernah bergabung dengan kegiatan ekstrakulikuler lainnya maupun bermain dengan teman-teman.
"Karena jadwal kursusku hampir setiap hari ada, aku nggak pernah gabung-gabung kegiatan ekstra apa lagi organisisasi, mending waktunya aku manfaatin untuk belajar di rumah atau kalau nggak gitu ya nambah kursus lain yg lebih penting," pungkasnya kepada GenZi. (*/nda)

Berita Terkait

Berita Lainnya :