IS dan PUSAKATA


 
Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab di sapa Is sangat erat sekali dengan Payung Teduh. Namun selepas dari Payung Teduh setelah rilis album ruang tunggu, Is telah merilis Pusakata sebagai brand baru miliknya sebagai penyanyi solo. Kata yang terdengar familiar namun nggak semua orang tahu ya gengs. FYI nih, kalau Pusakata bukan hanya sekadar brand baru milik Is, melainkan juga nama dari anak keduanya. Pusakata sendiri memiliki arti sebuah kehidupan atau dalam bahasa suku bugis sebagai suku asli dari Is yang berarti harta karun milik anda.
Pastinya itu adalah sebuah do'a yang diharapkan dapat ia raih dengan nama barunya tersebut. Is memang dikenal dengan suaranya yang mendayu-dayu nan merdu. Alunan musiknya yang khas dan juga liriknya yang puitis memang begitu kental dengan pria lulusan Universitas Indonesia ini.
Namun di brandnya yang baru kali ini, Bang is sapaan akrabnya ingin menjangkau semua bidang seni, bukan cuma musik tetapi juga peran, melukis dan berbagai elemen seni lainnya lho.
Salah satu penggemar Is dan Pusakata, Siska Apriliyana mengaku bahwa ia mengenai Is sejak awal ketenaran Payung Teduh.
"Aura dari sebuah band emang terletak pada vokalisnya ya, jadi meskipun sudah nggak bersama band sebelumnya, lagu-lagu yang ia ciptakan memiliki alunan yang sama," jelas mahasiswa Universitas Muhamadiyah Malang ini.
Meskipun sudah nggak bersama bandnya, Siska mengaku tetap mengidolakan bang Is dan terus menikmati lagu-lagu ciptaannya.
"Seperti single kehabisan kata yang baru aja di rilis kemarin itu enak banget, nggak jauh dari ciri khas dan genrenya bang Is emang," sambung mahasiswa Sastra Indonesia ini.
Selain Siska, ada juga Elsa Novian Samsi yang juga menggemari musik folk termasuk Pusakata yang menjadi favoritnya. Menurutnya, Pusakata merepresentasikan seorang Is setiap kali bermusik sehinga jiwanya nggak pernah hilang.
"Setiap liriknya seperti punya makna gitu lho, jadi adem banget kalau didengerin," jelas mahasiswa Ma Chung tersebut. (*/oci)

Berita Lainnya :