Kartini Zaman Now, Piawai Nge-DJ Hingga Melukis


MALANG - Alunan suara dari alat musik Traktor S4 MK2 dan gesekan biola terdengar membahana di sudut lobby Graha Malang Post. Lagu berjudul In The Name of Love milik Martin Garrix dimainkan oleh DJ muda SMAK St. Albertus Malang Ghanies Amany Cholidah. Gadis ini merupakan salah satu dari finalis Pemilihan Putri Kartini Malang Post yang menampilkan bakatnya pada seleksi talent show, Sabtu (7/4) .
Di hari itu juga, terpilihlah 30 besar finalis yang berhak mengikuti karantina dan maju ke grand final. Suasana talent show hingga pengumuman pun dihiasi dengan kisah menarik sekaligus mengharukan. Para peserta merasa sesi kali ini terasa begitu mendebarkan.
Ghanies Amany Cholidah, turut merasakan betapa ketatnya proses seleksi dalam kompetisi bergengsi persembahan Malang Post ini. Ia yang sebelumnya mengaku sekadar iseng mendaftar, merasa sangat bersyukur dapat lolos ke tahap 50 besar.
"Puji Tuhan, aku pun mempersiapkan penampilan terbaik agar dapat memukau dewan juri. Bakat yang aku tampilkan adalah Disc Jokey (DJ) dan bermain biola, teknik bermusik yang kusukai sejak kecil," ungkapnya.
Tidak hanya pertunjukan DJ dan biola saja yang memukau dewan juri. Penampilan bakat dari peserta Putri Kartini 2018  ini memang lebih beragam, berbobot dan memiliki nilai entertain tinggi.
"Rata-rata banyak yang menampilkan kemampuan public speaking, seperti MC atau broadcast. Yang baru kami lihat dan unik itu seperti DJ, story telling, melukis, main Ukulele dan beberapa lainnya. Kami sebagai dewan juri, merasa bangga karena bisa menyaksikan betapa kerennya bakat-bakat anak muda zaman sekarang," terang salah satu juri, Tjatur Prijo Sambodo.
Proses seleksi tahun ini memang sengaja berbeda dari sebelumnya. Di tahun 2017, seleksi interview dan talent dilaksanakan dalam satu hari. "Karena tahun ini dibedakan harinya, kami para juri bisa lebih fokus dalam menilai. Para peserta juga tampak lebih siap dengan penampilan mereka, sehingga benar-benar maksimal dan memukau. Bagi yang belum lolos, kami harap tidak berkecil hati. Karena sebenarnya semuanya sudah berhasil, menjadi yang terbaik bagi diri mereka," tutup pria yang akrab disapa Babe Catur ini.
Beragamnya bakat dengan performa unik ini tentu menyulitkan para juri untuk menentukan 30 besar finalis. Namun banyak pertimbangan dilakukan untuk menemukan nama-nama para putri yang telah memenuhi kriteria untuk menjadi Putri Kartini Malang Post 2018. Hari ini, mereka yang terpilih mulai menjalani rutinitas sebagai finalis yakni menyapa masyarakat Malang Raya dan senam bersama di Lapangan Rampal. Sementara itu, Technical Meeting untuk Putra dan Putri Kartini Cilik juga akan dilaksanakan pukul 11:00 WIB di Cafe C2C Jalan Semeru Malang. (*/bla/han)

Berita Lainnya :