Kasek Beri Dispensasi Ranpungkan Mading


Malang Post School Competition (MSC) 2017 sudah semakin dekat di depan mata. Ajang yang menyedot ratusan peserta ini memiliki 11 kategori kompetisi, salah satunya Mading 3D. Sebanyak 60 tim yang terdiri dari 45 tim kategori SMA dan 15 tim kategori SMP siap menjadi yang terbaik di Graha Cakrawala 13-15 November mendatang.
Kini seluruh sekolah tengah sibuk memproses karyanya, tak terkecuali tim mading dari SMA Brawijaya Smart School (BSS). Tim yang beranggotakan 6 orang ini kini sedang berjuang merampungkan Mading 3D mereka. Meski kesibukan akademisnya begitu padat, hal itu tak meluluhkan semangat mereka.
Ketua Mading 3D SMA BSS, Lalu Ghazy Sultansyah menyatakan telah menyelesaikan 100 persen desain yang telah dibuat bersama timnya. Menyatukan banyak pikiran memang tak mudah, itulah yang diakui Lalu sapaan akrabnya saat merencanakan dan memproses desain madingnya.
"Tantangan kompetisi dalam tim itu sama, yaitu kekompakan. Pro kontra pasti terjadi saat desain dibuat. Sudah akan fix, eh si A nolak karena kurang cocok bentuknya, ada lagi si B yang bilang terlalu rumit, serba berbeda. Tapi tantangan ini justru membuat kita semakin kuat dan semakin semangat mengerjakannya," ujarnya pada Malang Post.
Hingga kini, Lalu menjelaskan dari timnya masih dapat menyelesaikan desain dan belum sama sekali membangun kerangka mading. Ia dan timnya masih berusaha mencicil bahan baku untuk kerangka mading. "Masih nyicil bahan, tapi dalam waktu dekat ini pasti akan kami selesaikan," imbuhnya.
Tak hanya persiapan fisik dan rencana desain, Lalu juga menyiapkan timnya dari sisi mental." Ini yang lagi proses adalah bagaimana caranya memotivasi diri sendiri. Aku berusaha menanamkan keyakinan bahwa aku dan timku tidak akan terkalahkan. Solidaritas dan usaha kami tidak akan berkhianat," tegasnya.
Menurut Wakasis SMA BSS, Andre Fahreza Nur Wicaksana, S.Pd, persiapan pembuatan Mading 3D sedikit terkendala akibat sistem jam sekolah yang full day.
"Anak-anak sangat sulit menyempatkan waktunya membeli bahan-bahan mading karena pulangnya terlalu sore, dan saat sore mereka pulang toko khusus bahan mading sudah banyak yang tutup", ujarnya.
Mendapati kesulitan siswanya, wakasis SMA BSS tak tinggal diam. Ia berusaha mengajukan dispensasi pada kepala SMA BSS agar siswanya diberi waktu pengerjaan khusus.
"Alhamdulillah menjelang H-5 acara nanti, anak-anak mendapat dispensasi dari sekolah untuk tidak mengikuti kegiatan KBM dan fokus pada pengerjaan hingga finishing mading," sambungnya.
Tak banyak meminta, Mr. Andre sapaan akrabnya hanya berharap anak didiknya mengerahkan segala kemampuan secara maksimal dan menyiapkan mental mereka.
"Urusan juara nggaknya itu belakangnya, yang terpenting mereka bisa belajar dan mendalami artinya proses, itu lebih berharga untuk mereka di masa depan," pungkasnya.
Penilaian Mading 3D  MSC 2017 wajib memperhatikan beberapa aspek. Diantaranya kreativitas, kesesuaian tema, kelengkapan isi, kebersihan dan kerapian. Artinya, tak hanya bentuknya saja yang dinilai, tapi isi atau konten yang ada dalam mading 3D harus sesuai dan menarik. Proses penjurian akan dilakukan selama 3 hari. (gz1)

Berita Lainnya :