Keep Calm and Stay Nge-Vlog


MALANG - Siapa sih yang nggak kenal Bayu Skak? Cowok asal Malang ini suka memberikan komentar mengenai hal-hal yang jadi trending topic melalui video blog alias vlog miliknya. Lewat aksinya tersebut, sekarang Bayu Skak sudah jadi seleb terkenal loh. Wah, salut!
Menjamurnya vlog di era kekinian dan munculnya vlogger-vlogger terkenal ini ternyata memancing semua orang berlomba-lomba bikin video kisah hidupnya gengs. Ada yang beralasan ingin eksis, ada juga yang emang nyari duit dari aktivitas nge-vlog. 
Di Malang sendiri, banyak loh GenZier yang sudah mulai mencoba jadi vlogger. Walaupun pemula, namun mereka cukup serius menggarap karya vlog-nya. Suka duka pun sudah mereka rasakan selama nge-vlog. Apa aja tuh? Simak yuk kisah beberapa GenZier berikut ini. 
Indah Lutviayatul, salah satu Vlogger asal SMKN 5 Malang ini mengaku sudah beberapa kali memposting vlog karyanya ke Youtube. Indah mengaku tertarik menjadi vlogger sejak kelas 10. Ia merasa nge-vlog bisa menjadi wadah untuk mengasah keterampilannya di bidang editing video. 
“Aku tertarik nge-vlog sejak kelas 10, tapi sudah kenal Youtuber seperti Bayu Skak sejak SMP. Kok kelihatannya seru bisa memberikan komentar atau berbagi tips soal keseharian. Jadi aku coba-coba. Eh ternyata seru juga,” jelas siswa jurusan Multimedia tersebut.
Namun langkah Indah sapaan akrabnya nggak semulus yang dibayangkan ya gengs. Ia mengalami suka duka yang beragam. Suka-nya, dia bisa menyalurkan ekspresinya lewat layar kamera dan merasa lebih dikenal oleh teman-teman yang lain. Namun di sisi lain, Indah juga mendapatkan hujatan lewat vlog karyanya loh
“Suka dan bahagia saat bisa menyalurkan ekspresi, mengungkapkan perasaan dan juga ngeksis di media sosial yang sekarang sudah menjadi kebutuhan. Tapi ketika dibilang alay sama viewers juga kadang merasa sedih bahkan sakit hati juga. Apalagi kalau masih awal gini masih kesulitan untuk memberikan karakter pada vlog yang aku buat. Pemilihan lagu pun takut terkena pelanggaran hak cipta kalau nggak cermat memilihnya,” sambungnya.
Eh tapi, dari pengalamannya ini, Indah jadi bisa merasakan gimana perasaan para vlogger idolanya ketika mereka dinyinyirin oleh netizen. Karena itu, ia pun akhirnya bisa lebih menghargai hasil karya orang lain.
“Kalau sekarang liat ada vlog karya orang lain, meski jelek aku nggak mau nyinyir. Sebab sejelek apapun vlog-nya, karya tersebut didapat dari kerja keras,” ujarnya.
Bukan cuma Indah, vlogger pemula asal MTSN 1 Malang, Tanaya Sufi juga mengalami suka duka. Menurutnya hal tersulit menjadi vlogger adalah pengemasan video yang menarik supaya bisa mendapatkan perhatian dari banyak pengunjung Youtube. Selain itu, pemilihan materi yang tepat menjadi poin penting tersendiri agar sesuai dengan topik yang sedang hangat. 
“Sukanya menjadi seorang vloger menurutku itu didapatkan nanti kalau kita sudah berhasil memiliki subscriber. Nah untuk mendapatkan subscriber tersebut aku berusaha mengangkat materi yang bermanfaaat dalam kehidupan sehari-hari dan dikemas semenarik mungkin,” beber siswa kelas XI tersebut. 
Menurut Tanaya, untuk menjadi vlogger yang oke, harus banyak-banyak update ilmu. Dengan wawasan yang luas, saat mengangkat tema tertentu dalam vlog, jadi tidak keliatan kagok.
“Di sini aku akhirnya tau, apapun pekerjaan kita, harus tetap dan terus belajar. Begitu juga kalau mau jadi vlogger, harus rajin update ilmu. Nggak sekadar cas cis cus di depan kamera,” tutupnya. (*/nda)
 

Berita Terkait