Mading 3D MSC 2017, Usung Misi Lestarikan Budaya Bangsa


 
MALANG - Graha Malang Post mendadak heboh, kemarin sore. Jika biasanya markas besar GenZi ini diisi aktivitas produksi berita oleh para wartawan dan lay out, kemarin sore dipenuhi oleh puluhan peserta MADING 3D Malang Post School Competition (MSC) 2017. Peserta dari tingkat SMP/sederajat dan SMA/sederajat ini dengan penuh semangat mengikuti rangkaian Technical Meeting (TM) yang digeber sejak pukul 16.00. Dalam TM tersebut, Penanggung jawab MADING 3D MSC 2017, Noer Adinda Zaeni, menjelaskan berbagai peraturan dan poin penilaian untuk hari H kompetisi, 13-15 November mendatang di Graha Cakrawala UM.
Tahun ini kompetisi MADING 3D mengangkat tema Anak Muda dan Budaya. Tema ini diangkat untuk mengingatkan kembali anak muda dengan budaya Indonesia.
“Kalian nggak harus bikin MADING 3D dengan budaya Topeng Malang, tarian atau, suku suatu daerah. Budaya itu luas, nggak hanya budaya di bidang seni. Tetapi juga meliputi hal lain, seperti tata cara berjalan di depan orangtua, cara makan yang baik, dan masih banyak lagi. Jadi jangan sampai kalian hanya berpikir budaya itu yang mengandung batik-batik atau tari tradisional saja," ujar Dinda, sapaannya.
Dalam TM sore itu, Dinda juga menjelaskan peraturan yang wajib banget ditaati, kalau sampai melanggar bisa bahaya nih gengs. Di antaranya ada peraturan format penulisan, bahan baku, penjagaan MADING saat pameran berlangsung, hingga larangan-larangan dalam Graha Cakrawala.
"Selama tiga hari nanti karya kalian akan dipamerkan dijaga minimal dua anggota. Selama tiga hari juga ada proses voting untuk memilih Mading terfavorit," sambungnya.
Untuk penilaian, peserta MSC 2017 wajib memperhatikan beberapa aspek. Aspek penilaian MADING 3D diantaranya kreativitas, kesesuaian tema, kelengkapan isi, kebersihan dan kerapian.
"Isi dan tampilan harus balance ya untuk mendapatkan nilai yang maksimal. Kalau tampilannya bagus tapi isi artikelnya jelek, ataupun sebaliknya, ya nggak bakal bisa dapet nilai maksimal. Jadi kesmua aspek itu harus dipenuhi," lanjutnya.
Penilaian akan dilakukan juri sewaktu-waktu selama tiga hari. Tim juri nantinya akan menghampiri tim secara bergantian dan melontarkan berbagai pertanyaan.
"Jadi nanti di sana kalian akan mempresentasikan karya kalian di depan juri. Kalian akan ditanya bahan, bagaimana cara membuat, berapa lama pembuatan, hingga konsep yang digunakan. Pertanyaan-pertanyaan itu untuk membuktikan kalau kalian membuat karya dengan tangan kalian sendiri," imbuhnya.
Selama TM berlangsung, peserta sangat aktif melontarkan berbagai pertanyaan. Usai menjelaskan peraturan-peraturan, Dinda membeberkan kategori pemenang kompetisi ini.
"Nanti kategori SMP dan SMA akan dipisahkan juaranya, kemudian ada juga kategori favorit yang penilaiannya berdasarkan jumlah voting tiket pengunjung MSC 2017," pungkasnya
TM Mading 3D diakhiri dengan pengundian nomor peserta dan sesi foto bersama. Dengan wajah semangat dan ceria mereka tersenyum di depan kamera. BTW TM belum kelar gengs, masih ada 10 kompetisi yang belum diberi rangkaian TM.
Hari ini akan dilanjutkan TM untuk Studentpreneur Competition yang juga diadakan di Kantor Malang Post, pukul 16.00. So buat kalian peserta Studentpreneur Competition be on time ya! (*/nda)

Berita Lainnya :