Semangat Juara SMP Islam Sabilillah Malang

 
MALANG POST SCHOOL COMPETITION (MSC) 2018 sudah di depan mata. Seluruh sekolah yang namanya terdaftar sebagai peserta mulai sibuk mempersiapkan segalanya untuk kompetisi terbesar se-Malang Raya ini. Salah satu sekolah yang aktif melakukan latihan intensif adalah SMPI Sabilillah Malang. Sekolah menengah yang satu ini mengikuti 5 cabang lomba yakni, fotografer, jurnalis, idol, mading 3D dan band competition.
Salah satu peserta kompetisi jurnalis, Olivia Zahra Kartika Kusuma mengatakan bahwa ini adalah kali pertamanya ia menjajal kompetisi sebesar MSC. Ia tak menyangka, gurunya memberi amanah untuk mewakili sekolah dalam ajang menulis.
“Aku memang suka nulis dari kelas 6 SD. Aku sih biasanya lebih sering nulis cerpen, nah di ajang ini aku ditantang hal baru. Aku bakal nulis berita layaknya wartawan, bener-bener pengalaman baru,” ujarnya.
Selama tergabung dalam ekskul jurnalistik, ia juga sering diajari dan dilatih menulis berita. Akan tetapi, sampai saat ini ia terus mengalami kesulitan saat ingin menentukan tema atau angle dalam tulisannya.
“Untung di MSC ini nanti saat TM bakal ada workshop, aku nggak sabar menerima ilmu menulis dari wartawan langsung. Karena selama ini kesulitanku ya itu deh, nentuin fokus utama, kayak kalau ngeliput tuh semua menarik, jadi bingung,” sambungnya.
Ia berharap di tahun pertamanya ini dapat menyabet gelar juara. Ia tak ingin mengecewakan guru maupun orangtua yang sudah mempercayakan amanah ini kepadanya. Ia mengatakan akan terus berlatih menulis dan rajin membaca berita-berita hot news untuk mengasah lebih dalam lagi kelihaian menulisnya.
“Kalaupun nggak juara, pengalamannya lebih berharga,” pungkasnya.
Harapan kemenangan juga turut diutarakan oleh peserta kompetisi fotografi, Sultan Rafie. Siswi kelas VIII A ini juga ingin sekali membawa nama baik SMPI Sabilillah dengan juara. Beberapa persiapannya adalah berlatih memotret dimanapun ia berada. Menurutnya, latihan memotret saat jam ekskul saja tidak cukup. Ia ingin meningkatkan skill dengan latihan mandiri.
“Kalau bareng ekskul ya setiap Sabtu itu aku latihannya, kadang memfoto model dan sebagainya. Pernah juga sama pembina diajak memfoto temen-temen yang lagi latihan band. Kalau hunting mandiri biasanya sih aku dimana aja, kadang di sawah buat dapat gambar landscape. Selain di sawah itu indah, bisa buat refresh mata kita juga,” jelasnya.
Hingga kini, ia terus melatih diri memotret untuk ajang bergengsi ini. Ia juga mengutarakan ucapan terima kasih kepada Malang Post yang telah memberikan wawasan lebih tentang fotografi jurnalistik saat TM, Jum’at (13/10) lalu.
“Dari pelatihan tersebut aku jadi tahu kalau foto jurnalistik harus bercerita. Wah nggak sabar nih buat praktek di Graha Cakrawala nanti!,” pungkasnya. (*/oci)