Si Cewek Rocky


ALUNAN music rock setiap pagi menjadi mood boster bagi Nada Zahirah. Maklum saja, seluruh anggota keluarganya amat menyukai musik cadas ini. Setiap hari kedua orang tuanya selalu memutar musik rock di pagi hari, sebagai rutinitas memulai hari dengan musik rock. At least, itulah yang membuatnya bisa jatuh hati terhadap musik rock.
“Awalnya sih ya karena orang tua dengan rutinitas tiap pagi sebelum aku berangkat sekolah. Musik rock bikin hati seneng sampai bisa bikin makan hati, kayak beda dan menohok bagiku sih,” ungkap alumni SMKN 4 Malang tersebut.
Menurutnya terkadang juga cukup dilema juga ketika cewek menyukai musik yang cadas kayak gitu, muncul anggapan nyinyir dari orang lain.
“Paling sering denger gini ‘cewek kok suka musik cadas sih?’ Sebenarnya bebas kan, kita menyukai musik seperti apapun,” tuturnya sambil cemberut.
Padahal dengan menyukai musik tersebut juga memiliki nilai positif loh gengs, bisa memudahkan pergaulan dengan banyak orang. Berteman dengan berbagai macam orang yang mempunyai kesamaan musik rock, sharing-sharing tentang musik rock, hingga bisa bikin band bareng.
“Dengan menyukai musik rock, saya bisa belajar musik bareng-bareng temen. Meski cuman metik-metik senar, nabuh gendang hehehe,” tambahnya saat diwawancarai oleh kru Genzi.
Genzier lainnya, Aqlia Pratiwi genzier asal Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya menyukai musik rock karena faktor lingkungan pertemanan. Dia merasa awalnya merasa aneh dengerin musik rock, sampai akhirnya bisa menemukan feel hingga nagih buat didengerin loh. “Awalnya ngerasa aneh gitu, tapi lama kelamaan bisa nagih. Music rock juga bisa increase our mood, bisa lupa sekejap tentang kepenatan”, ungkapnya
Ternyata meyukai musik rock bagi cewek juga memberi dampak positif untuk memudahkan bergaul dengan orang lain, khususnya bergaul dengan cowok yang cenderung identik dengan musik rock. Meski juga tak bisa lepas dari kritikan atau nyinyiran dari orang lain, bagi genzier satu ini itu adalah resiko yang sudah biasa. “Dengan mengikuti musik rock, aku bisa bergaul dengan mudah sama teman cowok, merasa we have the same taste about it,” tutupnya sambil tersenyum.
Jadi musik rock yang identik dengan heavy rhythm, tidak hanya disuguhkan bagi kaum pria saja. Perempuan juga berhak menikmati musik rock sebagai musik favoritnya. Meski muncul anggapan-anggapan negatif dari lingkungan sekitar. But, you also got profit dengan kemudahan untuk mencari teman sesama penyuka musik rock, berkesempatan belajar musik bareng, dan sharing tentang musik rock bareng. Worth it banget kan? Apalagi Malang tak bisa dilepaskan dari rock. Lapangan Rampal dan Stadion Luar Gajayana menjadi saksi para pecinta musik ini. (*/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :