Antara Bakat dan Cita-Cita


MEMBUAT keputusan harus dipertimbangkan matang-matang. Terlebih bila berada pada pilihan sulit. Itulah yang dirasakan oleh perempuan cantik, Salsabila Ghina Anoraga dalam menggapai cita-cita sebagai dokter.
Belum lama ini, Bila, sapaan akrab Salsabila Ghina Anoraga harus mengambil keputusan penting dalam meniti karir. Sebagai calon dokter, ia memiliki banyak prestasi non akademik. Beberapa di antaranya sering ikut dalam ajang putri berbakat dan kecantikan.
Terakhir ikut pemilihan Putri Muslimah tingkat nasional di salah satu stasiun TV nasional. Namun kebimbangan membayanginya. Karena saat akan berangkat ke Jakarta, ia juga harus mengikuti koas secara bersamaan.
"Ya ini salah satu pilihan sulit dalam hidup yang harus ku jalani. Ikut dalam ajang Putri Muslimah tingkat nasional atau koas di RS Saiful Anwar Malang," ujar Wakil Roro 1 Kabupaten Malang tahun 2014 ini kepada Malang Post.
Ia menceritakan, secara pribadi dunia kedokteran adalah hal yang baru dalam hidupnya. Pasalnya banyak dari keluarga Bila terjun di bidang sosial. Dengan berbagai pertimbangan pada akhirnya ia memilih untuk praktik koas.
"Ternyata benar, banyak hal yang seru sebagai koas. Aku bisa mempelajari berbagai jenis penyakit dengan karakter pasien yang unik-unik," imbuh perempuan kelahiran Malang, 13 Agustus 1997 ini.
Saat terjun sebagai koas menjadi waktu baginya untuk mengaplikasikan keilmuan yang selama ini dipelajari. Meski secara pribadi ia memang tertarik dengan dunia entertainment.
Menurutnya ilmu kedokteran sangat relate dengan komunikasi dan art. Artinya seni mengobati pasien dirasanya hampir sama dengan seni saat ia nyanyi dan modelling. "Keduanya sama-sama butuh taste dan feeling," imbuhnya sembari tersenyum.
Hanya saja dua peluang itu mucul dengan waktu yang berjalan bersamaan."Aku harus memutuskan pilih yang mana. Tentu aku pilih pendidikan buat koas. Karena emang cita-cita ku jadi dokter, bakti ku ke orang tua, dan demi bawa manfaat untuk menolong sesama," papar Bila.
Ia memiliki cara pandang inspiratif ketika menangani pasien.Yaitu kebahagiaan saat pasien bilang terima kasih atau minimal mereka memberi senyum meskipun pasien sedang sakit. Tak mau berhenti hanya menjadi dokter. Setelah jadi dokter, ia akan mengaplikasikan keilmuan yang dimilikinya di dunia entertainment. "Jadi ke depan aku juga ada akun Youtube yang aku rencanakan bisa untuk sharing tentang ilmu kesehatan. Sehingga bisa bermanfaat bagi sesama," pungkasnya. (eri/van)

Berita Terkait