Berkat Doa Orang Tua

 
Hingga saat ini banyak orang yang beranggapan menjadi polisi harus mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah. Namun hal itu dibantah oleh Fauziah Tri Romadhoni. Dari pengalaman pribadinya, ia menyangkal hal tersebut.
“Jujur, pengalaman saya pribadi saat daftat Polri tidak membayar uang seperti yang banyak orang omongkan. Saya ditinggal almarhum bapak, ketika masuk pendidikan,” ujar perempuan yang saat ini bertugas di Polsek Sumberpucung itu.
Ia menceritakan, apa yang telah diraihnya saat ini berkat almarhum ayahnya yang semasa hidup telah banyak mengajarkan dan menularkan pengalam berharganya. Selain itu, Fauziah bukanlah anak dari keluarga yang berlebih. 
“Bapak telah memberikan banyak pelajaran kepada saya, terutama kekuatan doa yang sangat luar biasa,” ujar anak ke tiga dari empat bersaudara ini.
Dikenangnya, saat ia mengikuti tes untuk masuk kepolisian, ayahnya tidak menunjukkan kalau sedang sakit. Pagi-malam ayah dan ibunya tak berhenti berdoa untuknya. Selain itu, puasa juga dilakukan untuk anak tercintanya. 
“Saya yang awalnya tidak begitu semangat, setelah melihat begitu semangatnya bapak saya dalam kondisi sakit berdoa saya. Itu membuat semangat saya semakin terpacu,” paparnya.
Dengan begitu, setiap perjalanan tes ia lalui dengan penuh semangat demi membahagiakan kedua orangtuanya. Ia menambahkan, selama tes saya selalu mengingat kedua orangtua dan menjalankan ibadah tepat waktu.
“Dari pagi saya salat dhuha dan dini hari saya salat tahajud dengan dibangunkan orang tua melalui telpon,” ujarnya.
Hal itu yang membuatnya bisa sampai saat ini dan berhasil mengemban tugas sebagai pengayom masyarakat. Ia mengungkapkan, kekuatan doa memang bisa membuat impian seseorang menjadi mungkin.
“Tapi itu kalau kita benar-benar fokus, optimis, semangat, berdoa dan tawakkal menyerahkan segala sesuatu kapada Allah SWT,” pungkasnya.(mg20/jon)

Berita Lainnya :