Curhat Lewat Tulisan

Di tengah giatnya menjadi relawan lingkungan hidup, Anjelia Laurensia, warga Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang ini selalu menyempatkan diri membuat tulisan berbentuk puisi maupun cerita pendek. Karya tulisnya ini, dipandang gadis kelahiran 14 Oktober 1996 ini sebagai bentuk ungkapan hati  dan bisa mewujudkan fantasi kehidupan.
Diakuinya, ia banyak mendapatkan mood untuk menulis kalau suasana hatinya tidak menentu. Menulis, bagi mahasiswa UB Malang ini merupakan salah satu pelipur lara yang sangat cocok.
"Biasanya mulai nulis kalau suasana hati lagi sedih terutama kalau lagi ada masalah yang tidak mampu diceritakan kepada teman," ujarnya.

Terkadang, lewat tulisan yang dibuatnya akhirnya tidak hanya bisa membuatnya terhibur namun menemukan solusi dari permasalahan yang dialaminya.
Pernah juga ia sangat menyesali saat membuat karya cerpen berjudulkan Knight. Cerpen ini menceritakan kisah seorang putri yang pemberani. Ia belajar apa pun hingga menguasai banyak keahlian.

Dari situ ia berperang untuk menjujung keadilan dan melawan keangkaramurkaan. Yang membuatnya sangat menyesal dan sedih, karena ketika karya ini selesai, hard disk komputernya rusak yang mengakibatkan semua file di dalamnya hilang.
"Rasanya sedih sekali, " ujarnya. Ia memulai tulisan berawal dari ide yang didapatkannya saat ia jalan ke kebun atau berjalan-jalan ditempat yang udaranya sangat segar.
Dari ide ini, tangannya pun bergerak, hingga karyanya terselesaikan dengan baik. Ditanya mengenai keterlibatan dalam berbagai kampanye lingkungan, Anjelia mengatakan lewat kegiatan ini menambah saudara dan ilmu.
"Senang bertemu dengan banyak wajah baru dan hebat-hebat seperti teman-teman saya, jadi menambah semangat ," ujarnya. (dan/feb)

Berita Lainnya :