Dari Wushu ke Catwalk


SAAT masih duduk di bangku SMP dan SMA, Sofiyatun Nisa dikenal tomboy. Ia memiliki banyak teman laki-laki. Apalagi Sovia, sapaan akrab Sofiyatun Nisa tercatat sebagai atlet Wushu Kabupaten Malang dan Jawa Timur.  Beberapa tahun kemudian, Sovi terjun di dunia model. Ia bahkan pernah menjadi finalis duta wisata.
"Dari kecil aku sama ayah di didik bela diri.  Apalagi ayah merupakan  pengurus Wushu di Kabupaten Malang," katanya.
Sejak masih sekolah di SMPN 1 Tumpang hingga menginjak SMAN 1 Tumpang, ia terus berlatih olahraga bela diri itu. Tak sekadar berlatih, tapi juga berprestasi.  Dia pernah meraih juara 2 Jawa-Bali Wushu Sansho (Booxing) pada tahun 2017 lalu. Selain itu juara 1 Nasional Wushu Tau Lo.
Selain menekuni Wushu, Sovia juga ikut kegiatan ekstra kurikuler fashion. Itu dilakukan untuk melepas pandangan tomboy terhadap dirinya. “Salah satu guru seni di SMA yang mendidik aku sesuai kodrat menjadi perempuan," imbuh perempuan kelahiran Malang, 22 Mei 1999 ini.
Sebagai model, ia mulai ikut berbagai ajang pencarian model tingkat SMA. “Kemudian saya dikenalkan dengan ajang kecantikan atau duta wisata yang begitu awam dalam kehidupan saya," bebernya.
Karyawati Bank Mandiri dengan posisi sekretaris sekaligus karyawati termuda ini, pernah ikut pemilihan Joko Roro Kabupaten Malang. Selain melewati serangkaian seleksi, Sovia belajar menggunakan make up. Tak hanya itu, ia makin anggun di catwalk hingga belajar public speaking.
"Itu bagi saya sangat menantang. Sejak saat itu, saya mulai belajar feminim walau tetap aktif latihan wushu," paparnya.
Hasil yang ia lampaui di antaranya menjadi finalis  Joko Roro 2016. Meski tak menjadi juara, ia telah membuktikan kepada teman-temannya bahwa ia feminim. Kini Sovia terus mengasah kemampuan.  Ia bekerja keras sejak usia muda. Karena optimismenya, dengan bekerja keras maka akan panen di masa mendatang. (eri/van)

Berita Lainnya :