Jatuh Cinta Jtahil Obyokan



MESKI pendatang baru pada dunia tari, Emi Susiyati menjadi penari jathil obyokan pertama di Kota Batu. Dia adalah pesilat yang jatuh cinta pada tarian pengiring kesenian Reog Ponorogo karena dorongan calon suaminya.
Karena terbiasa, akhirnya gadis yang akrab dipanggi Shari ini bisa menyatu dengan tarian jathil obyokan yang menarinya tidak menggunakan kuda lumping namun hanya menggunakan sampur.
Berawal dari niat melestarikan budaya Jawa, Shari yang mendalami pencak silat ini, selama dua bulan mampu menarikan tarian Jathil Obyokan dalam banyak even.
"Saya baru mengenal tari. Calon suami yang mengenalkan. Dulu saya hanya ikut seni pencak silat saja, kemudian belajar tari jathilan sesuai dengan pakem," ujar Shari.
Ia belajar tari jathilan obyokan ini dari teman grup Reog Ponorogo. Semangatnya untuk menari, menurutnya bukan untuk mengejar prestasi di dunia seni, namun lebih pada keinginan untuk melestarikan seni daerah dan menghibur masyarakat.
"Sangat senang sekali bisa menghibur masyarakat, melihat wajah-wajah puas para penonton setelah pertunjukkan seperti mengobati rasa capek kita," ujar gadis yang akan mengakhiri masa lajangnya 16 September 2017 ini. (dan/feb)

Berita Lainnya :