Meneliti Fakta Lahirkan Karya Sastra


Selain menjalani profesinya sebagai dosen di Universitas Brawijaya,  Fitrahayunitisna ternyata masih bisa menjalani hobinya. Lantaran hobi tersebut, Fitra pun berhasil membuat buku. Berjudul  Kaki-Kaki Kecil Ramadhan, buku tersebut berisikan kumpulan cerita pendek untuk anak-anak, dan sudah dilaunching saat bulan Ramadan lalu.
”Ada 10 cerita anak di buku tersebut. Semuanya adalah cerita lokal,’’ kata Fitra.
Dia mengatakan buku itu ditulis bersama dengan sahabatnya yaitu Rizka Amalia, yang juga dosen di UIN Maliki Malang.
Fitra mengatakan, menulis buku cerita anak bukan tanpa sebab. Tapi dia menulis cerpen anak, karena diawali dengan rasa prihatin, karena banyak buku anak yang beredar saat ini impor dari luar negeri, dan jarang dijumpai buku cerita anak-anak yang menceritakan kearifan lokal.
”Melalui buku cerita anak ini, kami mencoba untuk mengangkat budaya lokal. Dan melalui buku ini, kami juga mengajak anak-anak melestarikan kembali budaya dan kearifan lokal,’’ ungkap alumni Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Sekalipun memuat budaya dan kearifan lokal, Fitra mengaku jika pembaca tidak akan bosan ketika membaca. Itu karena rangkaian kalimat dalam buku itu dibuat sangat sederhana dan sangat mudah dimengerti. Ditambah dengan beberapa ilustrasi gambar, dipastikan membuat anak-anak yang membacanya pun tidak merasa bosan.
Salah satu judul cerpen di buku tersebut adalah ’Berkah Malam Ganjil’. Dalam cerpen tersebut, Fitra menceritakan tentang tradisi berkatan atau kenduri masyarakat Islam di Jawa. Di mana kegiatan ini, selain menjadi tradisi, kegiatan ini juga untuk merekatkan tali silahturahmi.
”Pada cerita ini, kami menceritakan aktivitas kenduri, yang di dalamnya ada silaturahmi, ada ceramah dan doa bersama. Kegiatan ini untuk mempererat kerukunan di masyarakat,’’ tambahnya.
Dia menuliskan cerita ini untuk cerpen anak-anak, tak lain bahwa anak-anak adalah bagian dari tradisi kegiatan tersebut. Mereka ikut memeriahkan. Dan dalam kegiatan itu anak-anak pun dikatakan Fitra dapat belajar dan menjaga kerukunan.
”Melauli cerita ini, kami mengajak anak-anak untuk ikut dalam menjaga kerukunan umat beragama, dan selalu menjaga tali silahturahmi,” ungkapnya.
Buku cerita anak bukan satu-satunya yang ditulis Fitra. Dia juga menulis artikel. Bahkan tiga artikelnya sudah dimuat media massa. Salah satunya juga masuk jurnal Kementerian Agama. Sama seperti cerita anak, artikel yang ditulisnya banyak menyorot tentang kearifan lokal.
Dengan harapan, melalui tulisan yang dibuatnya, masyarakat semakin bangga dengan budaya lokal dan terus melestarikan. Dia juga berharap, melalui tulisannya dunia luar pun mengetahui banyak budaya lokal di Indonesia sangat menarik.
Saat menulis, baik artikel maupun cerpen, wanita yang juga memiliki hobi bermain gitar ini, selalu mendahuluinya dengan penelitian. Ini dilakukan agar tulisan yang tersampaikan pada masyarakat sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
”Meskipun cerpen itu adalah karya fiksi, tapi saya mendahuluinya dengan penelitian. Sehingga cerita yang saya tulis pun sesuai dengan fakta yang ada, alias tidak mengada-ada,’’ tandasnya.(ira/ary)

Berita Terkait