Naluri Bisnis Sejak Kuliah


SIBUK sebagai istri anggota TNI AU, Rieke Avianita tetap sukses memajukan usaha.
Wanita yang menjabat sebagai Wakil Ketua PIA Ardhya Garini Ranting 05-3/D.II Staf Lanud Abd. Saleh ini sukses menjalankan bisnis bakery. Saat ini dia sudah memiliki dua outlet bakery.
"Rencananya tahun ini tambah satu outlet lagi di Malang," kata alumni Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM)  ini, mengawali ceritanya. Dia mengatakan dua outlet bakery yang dijalankannya,  satu berada di Kabupaten Sleman  dan satu lagi di Kecamatan Wonosari, Gunung Kidul, DIY.
Keke, sapaan akrab Rieke Avianita mengatakan, nalurinya menjadi pengusaha bakery lahir sejak kuliah. Awalnya dia kerap diminta sang ibu membantu produksi kue. "Ibu saya juga memiliki usaha  bakery. Dulu saat over target, saya kerap dimintai bantuan. Bersama karyawan lain, saya membantu membuat kue pesanan," katanya.
Dari sinilah, wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan SMK di Yayasan Ardhya Garini Cabang Lanud Abd Saleh ini belajar. Tidak hanya cara membuat kue, tapi  manajemen bisnisnya. Hingga akhirnya, setelah lulus kuliah, Keke memiliki kesempatan itu.
Namun demikian, bukan berarti usaha yang dijalankan langsung maju. Apalagi dia memulainya betul-betul dari nol. Berkat kesabaran, dan terus melakukan promosi, usahanya tersebut pun berkembang.
"Waktu itu saya di Malang, mendampingi suami yang bertugas di Lanud Abd Saleh. Saya kembangkan skill,  hobi, dan bisnis yaitu membuat kue. Promosi dilakukan dari mulut ke mulut. Alhamdulillah responnya luar biasa. Sehingga waktu itu kue buatan saya kerap dipakai untuk jamuan tamu-tamu VIP TNI AU," urainya.
Namun demikian, saat bisnis itu mulai berkembang, sang suami pindah tugas ke Jogjakarta.  Sebagai istri, Keke pun ikut. "Di Jogja, saya kembali merintis usaha. Berbekal pengalaman di Malang, usaha bakery di Jogja lebih maju. Banyak pesanan," tambahnya.
Tepatnya Juli 2013, Keke pun meresmikan outlet bakery pertamanya. Berdirinya outlet bakery itu memberikan peluang lebih banyak, Keke menjalankan bisnis. Terbukti hampir setiap hari ada order pesanan masuk.
"Waktu itu banyak juga berdiri outlet bakery lain. Ada persaingan. Tapi kami tidak takut, dan tetap optimis bahwa usaha kami  maju," ungkapnya.
Itupun dibuktikan Keke, dengan membuka outlet ke dua di Kecamatan Wonosari. Dan saat usaha itu berkembang, dia kembali harus menetap di Malang, karena sang suami bertugas di Lanud Abd Saleh.
Keke mengatakan, tidak susah menjalankan bisnis walau tempatnya berjauhan. Mengandalkan teknologi, dia mengontrol bisnisnya. "Setiap hari ada karyawan yang melaporkan hasil penjualan. Dari situ saya mengontrol," ungkapnya.
Sementara untuk bisnis di Malang, Keke sangat antusias. Bukan karena Malang memiliki peluang bisnis bakery yang bagus. Tapi di balik itu, ibu tiga anak ini memiliki cita-cita mulia. Dimana bisnis bakery yang didirikan nanti, untuk memberikan lapangan pekerjaan untuk istri-istri anggota Lanud Abd Saleh. "Khususnya lapangan pekerjaan untuk istri-istri korban pesawat Hercules beberapa tahun lalu. Doakan saja, cabang di Malang ini lancar ya," ungkap wanita kelahiran 2 Januari ini.
Selain sibuk berorganisasi dan berbisnis, dia juga memiliki hobi traveling. Ya meskipun belum banyak tempat dikunjungi, tapi traveling membuat dia lebih fresh. "Kalau sudah jenuh penat, atau jenuh, obat paling manjur adalah traveling bersama keluarga," tandasnya.(ira/van)

Berita Lainnya :