Sempat Galau, Pikir Miliki Banyak Dosa

 
TIKA Bravani kembali terlibat dalam sebuah film biopik. Setelah memerankan Fatmawati di film Sukarno, kini aktris berdarah Minangkabau ini bermain film berjudul Nyai Ahmad Dahlan. Meski bukan pertama kali memerankan tokoh nasional, dia mengaku tetap merasa memiliki tantangan yang berbeda.
“Lebih berat yang ini, karena Fatmawati itu bukan tokoh sentral, itu fase umur 21 sampe 23 dan enggak menantang seperti ini. Ini kan tokoh sentralnya  saya memainkan karakter perempuan sepuh dan lawan main saya itu lebih tua dari saya,” ungkapnya.  
Selain itu, ada tanggung jawab moral yang harus ia panggul ketika memerankan sosok penting di Tanah Air dalam biopic atau biography picture. Apalagi bila tokoh yang ia perankan dibanding-bandingkan dengan dirinya di kehidupan nyata.
“Pasti kan kita mainin tokoh, kita akan dibandingin dengan tokoh aslinya. Harusnya kan enggak, tidak ada hubungan sama sekali. Sekarang orang lihatnya 'dia maianin ini kok dia nakal' misal,” lanjut istri aktor Dimas Aditya ini.
Hal itu pun sudah mulai terlihat bahkan sebelum film tersebut tayang. Diakui Tika Bravani, saat ini sosial medianya sudah dipenuhi oleh bermacam peringatan dari masyarakat. “Saya sih mau jadi diri saya sendiri saya berusaha jaga karena ini hal sensitif,” tambah dia. 
“Apalagi sosmed saya sudah banyak yang mewanti-wanti saya. Tidak murtad, tidak narkoba, berperilaku buruk dan jaga etika,” tegasnya. Hal tersebut tentu menjadi beban tersendiri bagi Tika. “Tanpa digituin InsyaAllah saya enggak macem-macem, tapi pas digituin saya jadi takut. Gimana nanti pas tayang ya,” papar dia.
Film produksi Iras Film ini direncanakan akan mulai menghiasi layar bioskop Indonesia mulai 24 Agustus 2017 mendatang. Selain Tika Bravani, film yang berdurasi 98 menit ini juga dihiasi nama-nama besar artis peran Indonesia lainnya.
Seperti David Chalik yang berperan sebagai Kyai Ahmad Dahlan, Cok Simbara, Cok Simbara, Della Puspita, dan lain lain. Selama menjalani proses pembuatan film tersebut, wanita asal Bali ini mengaku merasakan pengalaman baru terkait kerohanian.
“Di film ini saya sempet galau. Kerohanian saya terusik pas saya salat di musala. Saya nangis. Antara mikir saya banyak dosa dan (Nyai Ahmad Dahlan) ini perempuan hebat. Saya tidak ada apa-apa dan cukup mengubah diri saya,” urai Tika.
Bahkan, ia mengaku sempat berkeinginan untuk benar-benar berhijrah. Namun, saat ini ia belum bisa melakukan hal tersebut lantaran masih banyak pertimbangan terkait kontrak kerja miliknya. “Insyaallah doain aja saya mau banget jadi (seperti) beliau,” janjinya. (dk/mar)
 

Berita Lainnya :