Stefanie Claudia Yolanda Bikin Orang Korea Heran

BISA merasakan menari di negeri orang adalah hal yang luar biasa dan tidak pernah terlupakan. Tidak hanya karena ia bisa melihat bagaimana negeri di belahan dunia lain, tapi tarian yang ia bawakan bisa membuat mata siapa saja terbelalak.
Pengalaman ini didapatkan oleh Stefanie Claudia Yolanda, gadis Kota Batu yang lahir 4 Maret 1997 saat mewakili Indonesia di ajang The 17th Chungju World Martial Arts Festival di Korea Selatan pada 21 hingga 30 Agustus tahun 2015 lalu.
Even ini terselenggara bekerjasama dengan Unesco yang diikuti lebih dari 33 negara. Hal ini tentu saja membuat mahasiswa UMM jurusan Bahasa Inggris ini mendapatkan begitu banyak pengalaman.
“Saya nari Remo Bolet, sebuah tarian asal Jombang, responnya penonton bagus sih, mereka pasti fokus banget melihat kita perform. Bahkan ada yang penasaran minta diajarin, excited lah,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya orang Korea heran dengan baju yang dikenakan saat menari, hal ini berbeda dengan pakaian orang Korea yang sangat sederhana. “Jadi mereka heran melihat pakaian dan gerakan kita,” ujarnya.
Sebenarnya, kata Stefanie, even yang diikutinya tersebut, merupakan even bela diri dunia. Kebetulan pengisi acara tersebut dari Indonesia. Ia kebagian untuk membawakan tarian bersama dua orang temannya yang lain. 
“Di sana yang ditampilkan kurang lebih ada tujuh tarian,” ujarnya. Pengalaman ini membuat ia semakin semangat untuk menari, karena ternyata apresiasi warga luar negeri terhadap tarian tradisional Indonesia begitu besar. 
Ia mulai menari sejak kecil, waktu di sekolah dasar. Awalnya ia ikut ekstrakurikuler menari dari situ kelihatan bakat menarinya. Stefanie bersyukur karena belajar bahasa Inggris di perguruan tingginya, karena dari situ sangat menunjang keberadaannya dalam menari di dunia internasional. (dan/mar)
 

Berita Lainnya :